Breaking News
Join This Site
Vanili Emas Hijau yang  mulai Di lirik Petani Di Tanah Datar

Vanili Emas Hijau yang mulai Di lirik Petani Di Tanah Datar


Realitakini.com Tanah Datar. 
Tanaman Vanili yang merupakan emas hijau belum mendapat tempat di hati petani di Tanah Datar dan sumatera Barat umumnya. Emas hijau ini belum di lirik seperti halnya tanaman coklat, pohon karet, sawit atau kopi. Dalam perkembangannya khususnya Tanah Datar hanya beberapa daerah yang  mempunyai lahan kebun vanili yang masih berlanjut seperti di kecamatan Pariangan itu pun terbatas hanya sekitar 20 sampai 30 orang petani vanili dengan jumlah antara 200 sampai 500 batang penanaman.

Hal ini di sampaikan oleh Fausan Pengurus Sekaligus Fasilitator pertemuan Asosiasi Petani Vanili Sumatera Barat di Simabur kecamatan Pariangan kabupaten Tanah Datar minggu 21/07/2019. Acara ini di hadiri oleh Kabid Perkebunan Dinas pertanian kabupaten Tanah Datar Ir. Sismayeli, Bidang penyuluh perkebunan Tanah Datar Ir Deswita, Walinagari Simabur Zulbahri, Jhon Sonnya Fasilitator dan petani vanili yang tergabung dalam Asosiasi Petani Vanili Sumatera Barat.

Fausan mengatakan tanaman vanili belum di minati dan masih langka di sumatera Barat. kendala petani vanili kurangnya ilmu dalam seperti dalam pengawinan vanili tidak bisa di lakukan dengan alam dengan bantuan angin atau bantuan kumbang, harus ada yang ahli dalam mengawinkan vanili. untuk itu kami membuat group wa untuk saling berbagi ilmu dalam mengembangkan vanili.
"Kami memang ingin mengembangkan vanili karena nilai konersialnya sangat tinggi harganya saya lihat di internet   berkisar antara 2.5 juta sampai 6 juta jenis vanili kering dan dari harga yang di dapat dari pembeli dan pengepul. perbandingan nilainya hasilnya 15 H lahan sawit sama nilai nya dengan 1 H lahan vanili"Kata Fausan.

Sementara itu Kabid Perkebunan Dinas pertanian Tanah Datar  Ir. Sismayeli. mengatakan sangat mengapresiasikan petani vanili yang tergabung dalam Asosiasi Petani Vanili Sumatera Barat. Beliau mengatakan tanaman vanili merupakan komoditi yang spesifik yang istimewah karena budi dayanya tidak semua petani bisa perawatan tanaman vanili sangat ektra.

"Kita memang sudah tahu dari dahulu di kecamatan Pariangan petani sudah membudidayakan tanaman vanili sampai saat ini kita berharap dengan pertemuan Asosiasi Petani Vanili Sumatera Barat ini karena ini adalah emas hijau bagi petani karena harganya yang sangat fantastis dan itu di butuhkan perawatan yang ekstra" kata Sismayeli.

Walinagari Simabur dalam kesempatan itu juga menyampaikan dan berharap dengan pertemuan Asosiasi Petani Vanili Sumatera  Barat" kami dari pemerintah nagari Simabur  insyaallah tahun 2020  mencoba memasukan pelatihan vanili ini kedalam RPJM Nagari. tahun 2019 ini kami akan merevisi RPJM untuk pelatihan budi daya  vanili tahun 2020 bidang pemberdayaan"kata Zulbahri. (M)

Sukseskan Asian Games 2018