Breaking News
Join This Site
  Ismet Fauzi ketua Lembaga Aliansi Indonesia ,Prakarsai  Jumpa Pers Penembakan Para Nelayan Muara Anai  Oleh Kapal Patroli DKP Sumbar

Ismet Fauzi ketua Lembaga Aliansi Indonesia ,Prakarsai Jumpa Pers Penembakan Para Nelayan Muara Anai Oleh Kapal Patroli DKP Sumbar

Realitakini.com-Padang 
Aksi main tembak yang dilakukan petugas Kapal Patroli Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar , pada para Nelayan di Muaro Anai Kecamatan  Koto Tangah Padang Senin (19/8) sekira pukul 09.00 WIB membuat  pilu hati  para nelayan  Muara Anai . Karena Mereka (nelayan) tidak bisa  lagi  melaut untuk mencari menafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Hal  tersebut di katakan ,Wakil Ketua Kelompok Nelayan Muaro Anai Kec Koto Tangah Padang, Sumbar, Rabu (21/8) pada salah  media yang ada di kota Padang yang di jadikan relis saat jumpa pers sabtu (24/8) disalah satu rumah di simpang Tabing Padang .Jumpa pers tersebut di prakarsai oleh Ismet Fauzi ketua Lembaga Aliansi Indonesia ,yang merupakan salah  Badan Penelitian Aset Negara. 

Dalam jumpa pertersebut  Salah seorang  KBS keompok nelayan Muaro Anai juga mengatkan,” Aksi main tembak itu diarahkan kepada sekelompok nelayan yang sedang mencari ikan di zona 1.500 meter dari bibir pantai dengan kedalaman laut 1,5 – 5 m di kecamatan Koto Tangah Padang.

“Saat itu kami sedang memukat bersama 25 unit kapal jenis Osoh. Tiba tiba saja datang Kapal Patroli DKP Sumbar dan langsung melepaskan tembakan ke arah atas dan menahan salah satu nelayan saat itu . Tetapi kini sudah dilepaskan kembali,” katanya.

Nelayan yang ditangkap tersebut adalah Emon, 23 tahun, beralamat di Padang Sarai Sasok Ubi Kecamatan Koto Tangah bersama ABKnya bernama Sari,16 tahun, sehari harI nelayan Padang Sarai Teratai Indah Kec.Koto Tangah Kota Padang, Sumbar. 

Selain itu Tim DKP juga menahan kapal dan alat tangkap milik Emon yakni Kapal Osoh Panjang kapal sekira 10 m, lebar 2 meter dengan mesin dompeng 23 PK 1(satu) piston dan alat tangkap Osoh panjang sekira 12 meter. Aksi main tembak dan penangkap ini diketahui dan disaksikan juga oleh sejumlah orang ,yakni Man, 56 tahun, seorang pedagang yang beralamat dekat TPI Muaro Anai Kota Padang. Kemudian Is, 38 tahun, pekerjaan swasta, alamat Gunung Pangilun Kota Padang. Terakhir  Pal,23 th, seorang nelayan beralamat dekat TPI Muaro Anai Kecamatan  Koto Tangah Kota Padang.
Ketiganya mengaku melihat dan mendengar suara tembakan dari senjata laras panjang milik aparat di Kapal Todak DKP Sumbar sebanyak 8 kali. Iswanto Wakil Ketua Kelompok Nelayan Muaro Anai mempertanyakan alasan penembakan dan penangkapan nelayan tersebut. Sebab sejauh dari pengalaman mereka melaut selama ini baru kali ini mereka ditembak dan ditangkap oleh Kapal DKP sumbar.

Dan Iswanto menyebutkan tindakan main tembak oknum aparat DKP Sumbar sangat meresahkan para nelayan dan sangat disayangkan oleh masyarakat. Sebab menimbulkan trauma
“Mohon ada penjelasan kepada kami tentang alasan penembakan dan penahan kawan kami. Apakah kami menyalahi aturan dalam penangkapan ikan di laut. Sebab kami buta aturan macam macam itu. Bagi kami hanya bagaimana bisa mendapatkan ikan untuk dijual,” ujar Iswanto. 

Lebih lanjut dikatakan Iswanto bahwa kegiatan dengan jenis kapal dan alat tangkap seperti sekarang sudah mereka lakoni sejak 1972 lalu. Kenapa justru sekarang Tim DKP nekad bermain aksi tembak dan tangkap begitu saja. (*wt) 

Sukseskan Asian Games 2018