Breaking News
Join This Site
Sepdi Tito:Naik Turun Nya Gambir,Di Karenakan Produksinya Yang Meningkat,Sehingga Jumlah Export Ke India Juga Melebihi Jumlah Permintaan Pasar Atau kebutuhan Pabrik

Sepdi Tito:Naik Turun Nya Gambir,Di Karenakan Produksinya Yang Meningkat,Sehingga Jumlah Export Ke India Juga Melebihi Jumlah Permintaan Pasar Atau kebutuhan Pabrik

Lima Puluh Kota-Realitakini.com
Pasca murah nya harga Gambir Kabupaten Lima Puluh Kota,hingga membuat pengusaha Gambir asal Nagari Maek kecamatan Bukit Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota,Sepdi Tito yang akrab di sapa Tito,salah satu pemimpin  perusahaan PT Salimbado jaya indonesia dengan website www.salimbadogroup.com.

Menanggapi keluhan petani  Gambir yang kabupaten Lima  Puluh Kota yang beberapa hari ini sempat menjadi trending topik,pengusaha  muda  Gambir tersebut yang juga pernah mengirim Gambir ke beberapa Negara  itu dalam pembicaraan  nya,kepada  awak media ini  katakan"di provinsi Sumatra Barat ada dua Kabupaten yang boleh di katakan penghasil Gambir terbesar Kabupaten Lima Puluh Kota dan Pesisir Selatan.

Menurut nya harga Gambir beberapa tahun ini dan sampai saat ini mengalami penurunan disebabkan oleh jumlah export yg melebihi kebutuhan pabrik di India, Negara market terbesar Gambir adalah India,"ujar nya.

"Jumlah atau quantity export naik karena,
luasnya Kebun gambir yang bertambah pasca harga gambir sempat naik sampai di harga Rp 105 rb/kg.Sehingga memicu petani menambah luas kebun nya.Banyak nya campuran yang terdapat pada gambir,sehingga menaikan jumlah produksi Gambir tersebut.

Jadi,harga Gambir disebabkan jumlah export yang melebihi permintaan pasar di India, dan jika jumlah export kurang dari permintaan pasar,Gambir kualitas kurang pun dibeli mereka,tapi jika jumlah export melebihi kebutuhan pabrik di India, maka Gambir kualitas bagus pun gak berharga,itu lah yang terjadi saat ini dan akan tetapi jika Gambir nya kualitas bagus,quantity export pasti berkurang serta harga bisa dipertahankan,"ucap nya.

Hal itu di paparkan di salah satu Gudang Gambir nya yang terletak di Jalan Lingkar Utara,Payonibuang Kecamatan Payakumbuh Utara,Rabu(23/10). Tito juga menyebutkan, pada 2016, harga gambir tertinggi mencapai Rp 55.000 per kilogram. Setahun berikutnya melompat menjadi Rp 105.000 per kilogram. Namun pada Maret 2018, anjlok hanya sebesar Rp 18.000 per kilogram di tingkat petani dalam kondisi basah dan ada juga 40 ribu per kilo gram,"urai pemuda yang boleh di bilang sukses di dalam berbisnis Gambir itu.

Lebih lanjut Tito sampaikan," saya juga melakukan  export Gambir sebanyak 100 Ton dalam satu bulan,dan bahkan Gambir ini di expors ke Negara India,China dan Korea, dan ada beberapa kali permintaan dari Benua Eropa, tapi pesanan ke Benua Eropa tersebut dalam bentuk Catechin(Kandungan yang terdapat dalam Gambir)dan  Cathecin tersebut juga  ada pada DaunTeh dan  buah kakao  dan lain-lanin.

"Catechin dan gambir tidak sama dengan seperti jeruk dan vitamin C,dalam jeruk ada kandungan vitamin C.apa vitamin C dan Gambir sama?tentu tidak,"jawab nya.

Di tambahkan lagi,terkait export Gambir ke benua Eropa yang beberapa hari belakangan ini sempat senter di kalangan medsos," diri nya sangat menyambut baik dan  mendukung program itu tapi semua nya mesti kita diskusikan bersama-sama,antara Pengusaha dan Petani-Petani Gambir yang ada di kabupaten Lima Puluh Kota,"imbuh nya.

"Kenapa harus ada diskusi antara penggagas dengan toke gambir,dikarenakan yang tau mekanisme Dagang sekarang tentu toke gambir dan petani,"ulas nya lagi.

"Sebenar nya kami para pelaku usaha Gambir kabupaten Lima Puluh Kota juga ingin mensejahterakan para petani-petani Gambir yang ada di kabupaten Lima Puluh Kota ini,namun Gambir pasaranya dari dulu sampai saat ini sangat terbatas,dan kenapa Gambir masih berharga,di karena kan produsen Gambir yang bertahan ada di sumatera barat,jika ada daerah lain atau negara lain yg menanam gambir juga,dan pasar nya cuma itu itu saja,dan saya  sangat yakin gambir di kabupaten 50 kota,bakal tak berharga lagi,"tukuk nya.

Dirinya juga sangat berharap kepada petani selain gambir yang mungkin bisa dicari komodity lain untuk dikelola,seperti kelapa,karena permintaan kelapa dunia sangat tinggi,mungkin  bisa belajar atau study banding ke Thailand.Gambir nya juga ada di beberapa daerah antara lain nya  Sidikalang,Palembang dan Riau dan juga PT salimbado jaya indonesia,  bukan mengexport Gambir saja, bisa juga mengexport pinang,kopi serta komodity nya juga bukan  berasal dari sumatera barat saja,melainkan seluruf provinsi yang di Indonesia ini,"tutup pengusaha yang memulai Export Gambir semenjak tahun 2010 itu.(YY)

Sukseskan Asian Games 2018