--> Hearing Farm 3 Greenfields Di DPRD Kabupaten Blitar, warga Desak Masalah Lingkungan Dituntaskan - Realita Kini

Wargw Saat Audensi Bersama Perwakilan Greenfield Indonesia dan DPRD Kab Blitar
 (poto Ey)
Realitakini.com-Blitar 
Aksi protes terhadap rencana pembangunan peternakan sapi ketiga (Farm 3) milik PT Greenfields Indonesia di kawasan Telogo Gentong, Desa Sumber Urip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, semakin kencang. Blitar Selasa (09/06/2025)

Warga menilai ekspansi usaha tersebut belum layak dilanjutkan sebelum berbagai persoalan lingkungan yang diduga berkaitan dengan operasional Farm 2 diselesaikan secara transparan dan tuntas.

Gelombang protes terus mengemuka dalam audiensi di DPRD Kabupaten Blitar, Selasa (9/6/2026), yang dihadiri warga Desa Sumber Urip, Gerakan Anak Nasional (GANNAS), aktivis lingkungan, serta sejumlah perwakilan masyarakat terdampak.

Masyarakat secara tegas meminta pemerintah tidak terburu-buru memberikan lampu hijau terhadap pembangunan Farm 3 sebelum melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai keluhan lingkungan yang selama ini muncul di sekitar Farm 2.

Aktivis lingkungan Blitar, Budi Kempes, menegaskan bahwa aspirasi warga tidak boleh dipandang sebelah mata. Menurutnya, berbagai persoalan yang terus berulang harus menjadi perhatian serius sebelum perusahaan melakukan ekspansi baru.

"Jangan sampai masyarakat diminta menerima pembangunan baru sementara persoalan lama belum menemukan penyelesaian yang jelas. Keluhan yang terus berulang harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak," tegasnya.

Sorotan utama dalam audiensi tertuju pada kondisi Sungai Genjong di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi. Warga mengaku telah lama mengeluhkan dugaan pencemaran sungai yang mereka kaitkan- dengan aktivitas peternakan Farm 2 milik PT Greenfields Indonsia. 

Sementara itu, Kepala Desa Ngadirenggo, Rizky Rendyana Firmansyah yang turut hadir dalam audiensi tersebut mengatakan persoalan tersebut telah menjadi pembahasan berkepanjangan di tengah masyarakat.

"Keluhan terkait kondisi Sungai Genjong memang sudah lama disampaikan warga. Mereka menduga pencemaran berasal dari limbah kotoran sapi yang terkait dengan aktivitas peternakan Farm 2. Kondisi ini terus menjadi perhatian masyarakat," ujarnya.

Tak hanya soal sungai, warga juga mengeluhkan meningkatnya populasi serangga yang dikenal dengan sebutan "mrutu". Keberadaan serangga tersebut disebut semakin masif dalam beberapa tahun terakhir hingga mulai masuk ke kawasan permukiman warga.

"Dulu serangga itu tidak ada. Setelah peternakan beroperasi, masyarakat mulai mengeluhkan kemun culannya. Jumlahnya disebut semakin banyak seiring munculnya persoalan yang dikeluhkan warga terkait kondisi sungai," ujar Rizky menyampaikan keluhan masyarakat.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran wargam tentang rencana pembangunan Farm 3. Mereka tentu nya tidak ingin persoalank yang selama ini dikeluhkan warga di sekitar Farm 2 kembali terulang di wilayah mereka.

Ketua GANNAS, Joko Wiyono, menegaskan pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut hingga mendapat perhatian serius dari pemerintah dan instansi terkait.

"Kami meminta suara masyarakat tidak diabaikan. Jika pembangunan Farm 3 tetap berjalan sementara berbagai keluhan lingkungan belum mendapatkan kejelasan penyelesaian, kami akan meminta Kemen terian Lingkungan Hidup Republik Indonesia turun melakukan peninjauan dan pemeriksaan lebih lanjut," tegasnya.

Ditempat yang sama, perwakilan PT Greenfields Indonesia, Heru, saat di konfirmasi awak media me nyatakan bahwa seluruh penjelasan perusahaan telah disampaikan dalam forum audiensi tersebut.

Audiensi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari masyarakat. Warga berharap DPRD Kabupaten Blitar tidak hanya menampung aspirasi, tetapi juga mendorong langkah konkret, transparan, dan objektif untuk mengusut berbagai dugaan persoalan lingkungan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Bagi warga, polemik ini bukan semata soal pembangunan peternakan baru. Mereka menginginkan ke pastian bahwa investasi dan ekspansi usaha tetap berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan hidup, kesehatan ekosistem, serta kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan peternakan.

Kini, tuntutan warga semakin jelas: selesaikan terlebih dahulu berbagai persoalan yang diduga terjadi di Farm 2 sebelum membuka jalan bagi pembangunan Farm 3. ( Edy)
 
Top