--> Gandeng Unand, Pemkab Tanah Datar Targetkan Prevalensi Stunting di Bawah 10 Persen dalam 4 Tahun - Realita Kini


Realitakini.com BATUSANGKAR
 – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus memperkuat strategi percepatan penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Langkah konkret terbaru yang diambil adalah menggandeng Universitas Andalas (Unand) Padang melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.

​Komitmen besar tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati Tanah Datar sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting (TP3S), Ahmad Fadly, S.Psi. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Pembahasan KKN Mahasiswa Unand Tematik Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Aula Bappeda Litbang, Rabu (10/6/2026).

​Menurut Ahmad Fadly, pertemuan ini merupakan tindak lanjut untuk menyinergikan program pemerintah daerah dengan peran nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat di bumi Luhak Nan Tuo.

​Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Utama
​Wabup Ahmad Fadly menekankan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, tenaga kesehatan, hingga masyarakat di tingkat bawah.

​"Pemerintah Kabupaten Tanah Datar selama ini telah menjalankan berbagai program intervensi spesifik dan sensitif. Namun, tantangan di lapangan masih memerlukan dukungan berbagai pihak agar hasil yang dicapai lebih optimal," ujar Ahmad Fadly.

​Melalui kerja sama dengan Unand ini, Pemkab Tanah Datar memasang target optimistis untuk beberapa tahun ke depan.
​Target Utama: Menurunkan angka prevalensi stunting hingga di bawah 10 persen dalam kurun waktu 3 hingga 4 tahun ke depan.
​Pendekatan Ilmiah: Menggunakan kajian ilmiah dan penelitian dari akademisi agar program intervensi dapat dievaluasi secara berkala dan tepat sasaran.

​Fokus KKN Tematik: Edukasi masyarakat mengenai kecukupan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta perbaikan pola asuh.
​"Program stunting ini adalah tanggung jawab kita semua kepada generasi yang akan datang. Kita tidak akan membiarkan generasi mendatang tumbuh di bawah bayang-bayang stunting," tegas Wabup.

​Unand Siapkan Mahasiswa dan Dosen Pendamping di 14 Nagari
​Merespons hal tersebut, Direktur Pendidikan dan Studi Unand, Prof. dr. Andani Eka Putra, menyatakan kesiapan penuh pihaknya untuk mendukung Pemkab Tanah Datar. Unand akan menerjunkan mahasiswa KKN Tematik beserta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) secara khusus untuk mengawal program ini.
​Sebagai langkah awal, program ini akan menyasar 14 nagari di Tanah Datar yang dijadikan sebagai proyek percontohan (pilot project).

​"Apa yang kami inginkan adalah bagaimana Unand memberikan dampak jangka panjang kepada masyarakat, khususnya di Tanah Datar. Terima kasih kepada pemerintah daerah yang begitu bersemangat dalam program ini," kata Prof. Andani.

​Ia juga menambahkan bahwa penurunan stunting merupakan tanggung jawab moral bersama. Jika program di 14 nagari ini sukses, maka pola penanganan ini bisa menjadi acuan atau model bagi daerah lain di masa mendatang.
​"Melalui kolaborasi ini, kita optimistis mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai modal utama pembangunan daerah di masa depan," pungkasnya.

​Rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh Kepala Bappeda Litbang Tanah Datar Adriyanti Rustam, jajaran Camat, Wali Nagari, serta tamu undangan terkait lainnya. (MailisJ) 
 
Top