Untuk membentuk aparatur negara yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki dasar moral dan spiritual yang kuat maka Pemerintah Kota Pariaman melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pariaman menggelar Kick Off Pesantren ASN Virtual, Jumat (5/6/2026) bertempat di Aula Balaikota Pariaman.
Kegiatan yang diikuti oleh 1.333 ASN dilingkungan Pemerintahan Kota Pariaman, baik yang hadir se cara luring maupun daring (online) ini, dibuka oleh Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi dalam rangka untuk mewujudkan Visi Pariman Sejahtera, Maju, dan Berkelanjutan melalui Program Unggulan Pesantren ASN Kota Pariaman yang masuk dalam salah satu program unggulan Balad-Mulyadi,
“Kami atas nama pemerintahan ucapkan terimakasih dan penghargaan kepada BKPSDM yang telah menjalin kerjasama dengan Halaqah Silsilah Ilmiyah (HSI) sehingga Pesantren ASN secara virtual ini bisa terselenggara,” ucap Mulyadi.
Menurut Mulyadi, program tersebut merupakan tindak lanjut dari misi Balad-Mulyadi untuk memperk uat nilai-nilai keagamaan, ketakwaan terhadap Tuhan YME, dengan memaksimalkan Mesjid dan ling kungannya, pondok pendidikan alquran dan hafiz, yang didalamnya ada muatan untuk memperkuat kegiatan tersebut yaitu Pesantren ASN.
“Kegiatan ini memiliki makna bahwasanya kita mesti memperkuat nilai-nilai ukhuwah islamiyah, nilai-nilai keagamaan, dan nilai-nilai silaturahmi, karena syiar dari nilai-nilai keagamaan ini bisa berjalan maksimal di Kota Pariaman dengan salah satunya motor penggeraknya adalah dari ASN di lingkungan Pemko Pariaman,” ulasnya.
Sementara itu Kepala BKPSDM Kota Pariaman Radius Syahbandar mengungkapkan bahwa Pesantren ASN ini untuk pertama kalinya dicetuskan oleh Kota Pariaman dan satu-satunya di Indonesia.
Syahbandar sampaikan juga bahwa Pemko Pariaman berkolaborasi dengan HSI adalah sebagai upaya untuk pemenuhan Kewajiban dan Peningkatan Kualitas Talenta Pariaman, dan Pesantren ASN ini juga berfungsi sebagai wadah pendidikan untuk membekali ASN dengan nilai-nilai agama, etika, dan tanggung jawab sosial
“Kompetensi ASN sejatinya tidak hanya diukur dari seberapa tinggi kecerdasan intelektual dan kete rampil an teknisnya, melainkan seberapa kokoh integritas moral dan spiritual yang mendasarinya sehingga kolaborasi ini adalah langkah nyata kita untuk menyeimbangkan keduanya,” terangnya.
Syahbandar juga menjelaskan bahwa, Pesantren ASN ini tidak bersifat mengikat karena ASN bisa belajar kapan saja, dimana saja. Kemudian pemahaman ASN juga diuji setelah mengikuti pesantren tersebut apakah mereka paham atau tidak dengan pelajaran yang mereka ikuti, seandainya berhasil mereka nanti juga akan diberikan reward berupa sertifikat dari HSI dan jika mereka gagal, ASN tersebut kembali bisa mengulang ujian tersebut sampai mereka dinyatakan lulus.
Kick Off Pesantren ASN Virtual ini juga dihadiri oleh Sekretariat Daerah Kota Pariaman Afrizal Azhar, Asisten I Elfis Candra, Ketua Yayasan HIS Heru Nur Ihsan (daring) Kepala OPD, Kepala Badan, Kepala Kantor, Sekretaris Dinas, Kepala Bidang, Fungsional, dan ASN dilingkungan pemerintahan Kota Pariaman. (tachi desi)
