--> Trijanto Desak Wali Kota Blitar Cairkan Dana Hibah Olahraga Dalam 7x24 Jam, DPRD Minta Atlet Tak Jadi Korban - Realita Kini

 Ketua umum Percasi Kota Blitar , Mohammad Trijanto , SH, MM ( poto Edy)
Realitakini.com-Blitar ,
Trijanto Desak Wali Kota Blitar Cairkan Keterlambatan pencairan dana hibah olahraga Kota Blitar Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp2,8 miliar menuai keprihatinan berbagai kalangan. 

Dalam hearing yang digelar antara per wakilan cabang olahraga (cabor), KONI Kota Blitar, dan DPRD Kota Blitar, Senin (8/6/2026), desakan agar pemerintah segera mengambil langkah konkret mengemuka  demi menyelamatkan program pembinaan atlet.

Ketua Umum Percasi Kota Blitar, Mohammad Trijanto, SH, MM, MH, menegaskan bahwa seluruh cabang olahraga berhak memperoleh anggaran yang telah diajukan dan dialokasikan dalam APBD 2026. Menurutnya, keter lambatan pencairan dana hibah ber potensi menghambat pembinaan atlet dan kegiat an olahraga yang telah disusun sejak awal tahun.

Trijanto menjelaskan, total anggaran hibah olahraga yang telah disiapkan tahun ini mencapai sekitar Rp2,8 miliar. Sebagian digunakan untuk operasional KONI Kota Blitar, sedangkan sisanya diperuntuk kan bagi seluruh cabang olahraga.

“Kami berharap semua cabang olahraga segera mendapatkan haknya sesuai dengan anggaran yang telah diajukan beberapa waktu lalu. Anggaran itu sudah direncanakan dan dibutuhkan untuk menjalankan program pembinaan atlet,” ujarnya.

Ketua Umum Percasi KONI Kota Blitar tersebut juga mendesak Wali Kota Blitar agar segera menghadir kan solusi konkret dalam waktu 7x24 jam. Ia menilai ber bagai alternatif penyelesaian sebenar nya telah tersedia dan dapat ditempuh tanpa harus mengorbankan kepentingan atlet maupun cabang olahraga.

Menurut Trijanto, salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah menyalurkan dana secara langsung ke pada cabang olahraga dengan disertai mekanisme pertanggungjawaban yang jelas, termasuk melalui pakta integritas. Selain itu, pe merintah daerah juga dapat mencari formulasi lain yang sesuai dengan ketentu an agar anggaran segera ter salurkan.

“Hari ini kami mendesak agar dalam waktu 7x24 jam ada langkah nyata dan solusi positif untuk men cairkan dana ter sebut. Jangan sampai persoalan yang ter jadi justru berdampak kepada atlet dan dunia olahraga. Konflik atau perbedaan pandangan apa pun harus segera diakhiri karena yang menjadi korban adalah para atlet,” tegasnya.

Trijanto menambahkan, apabila tidak ada langkah konkret dari pemerintah daerah, pihaknya tidak me nutup kemungkinan akan membawa persoalan tersebut ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk ke pada Ombudsman maupun Kementeri an Pemuda dan Olahraga.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Blitar, Yohan Tri Waluyo, mengaku menerima berbagai keluhan dari atlet dan pengurus cabang olahraga terkait belum cairnya dana hibah yang telah dialokasikan dalam APBD 2026.

Menurut Yohan, para pelaku olahraga mebrasa khawatir karena hingga saat ini belum ada realisasi pencairan anggaran, padahal sejumlah tahapan administrasi telah dilakukan.

“Teman-teman atlet maupun pengurus cabor menyampaikan kekhawatiran karena sampai hari ini ang garan yang sudah dialokasikan masih belum cair. Padahal sebelumnya SK terkait sudah turun, namun realisasi pencairannya juga belum ada. Ini tentu menjadi perhatian karena keterlambatan pencairan dapat mengganggu program pembinaan olahraga,” kata Yohan. 

Ia menjelaskan, dalam hearing tersebut para perwakilan cabang olahraga juga berharap mekanisme penyaluran angg aran ke depan dapat berjalan lebih baik sehingga tidak lagi menimbulkan hambat an administratif yang berdampak pada kegiatan pembinaan.

Yohan menegaskan DPRD Kota Blitar mendukung penuh agar anggaran olah raga yang telah direncana kan segera direalisasikan. Menurutnya, penyelesaian persoalan administrasi harus dilakukan secepat mungkin agar tidak merugikan atlet maupun cabang olahraga.

“Kami di DPRD mengharapkan anggaran olahraga yang sebelumnya sudah diren canakan dan dijanji kan dapat segera disalurkan. Jangan sampai persoalan mekanisme atau administrasi justru me nimbul kan kekhawatiran di kalangan atlet dan pengurus cabang olahraga. Yang terpenting, pembinaan dan prestasi olahraga Kota Blitar tetap berjalan dengan baik,” tegasnya.

Hearing yang berlangsung di DPRD Kota Blitar tersebut menjadi wadah bagi insan olahraga untuk menyampaikan aspirasi sekaligus meminta kepastian terkait pen cairan dana hibah olahraga. Para pe serta berharap pemerintah daerah segera meng ambil keputusan agar pro gram pembina an dan target prestasi atlet Kota Blitar tidak terganggu akibat keter lambatan pencairan anggaran. (*)
 
Top