Forum Aktivis Bengkulu Bersatu (FABB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Bengkulu. Massa menuntut penegakan hukum yang adil dan transparan terkait dugaan kasus di PDAM dan pe nyelewengan pupuk subsidi di Provinsi Bengkulu.serta kasus mantan bupati Bengkulu selatan ,Gusnan Mulyadi, Senin 20 Juli 2026.
Aksi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. aktivis dari FABB berorasi secara bergantian, Mereka membawa spanduk dan poster bertuliskan "Usut Tuntas Korupsi PDAM" dan "Pupuk Subsidi untuk Petani, Bukan Mafia".
"Kami datang ke Polda bukan untuk membuat gaduh. Kami datang menuntut keadilan. Kasus PDAM dan pupuk subsidi sudah lama jadi keluhan masyarakat. Sampai hari ini belum ada kejelasan," ujar Koordinator Lapangan FABB .Dedi Mulyadi , dalam orasinya
Isu Utama yang Disorot FABB
Dalam pernyataan sikapnya, FABB menyampaikan 2 tuntutan utama:
1. Kasus PDAM Bengkulu
FABB mendesak Polda mengusut tuntas dugaan penyimpangan anggaran, penerimaan rekrut pene
rima an karyawan baru dan penerimaan karyawan ,ada suap di PDAM .yang merugikan wajar.
Negara . Dan juga Mereka menilai masih banyak warga yang mengeluh air keruh dan tagihan tidak
"Air adalah hajat hidup orang banyak. Kalau ada dugaan korupsi di PDAM, itu sama saja menzalimi r
akyat," tegas orator.
2. Penyelewengan Pupuk Subsidi
Massa menuntut aparat menindak tegas oknum yang diduga menimbun dan memperjualbelikan
harganya mahal. Ini harus diusut sampai ke akar-akarnya," kata perwakilan FABB. pupuk subsidi
tidak sesuai peruntukan.
"Petani di Bengkulu Selatan, Kaur, sampai Lebong masih kesulitan pupuk. Tapi di pasaran bebas
Polda Bengkulu Terima Aspirasi
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Perwakilan Polda Bengkulu menemui massa sekitar pukul 11.00 WIB.
Kabid Humas Polda Bengkulu mengatakan, pihaknya menerima aspirasi tersebut dan akan menindaklanjuti sesuai prosedur hukum.
"Kami tampung semua aspirasi. Untuk kasus yang sudah masuk lidik/sidik akan kami proses. Kami juga terbuka untuk menerima laporan dan data tambahan dari FABB," jelasnya.
FABB: Jangan Ada Tebang Pilih
Ketua FABB " Herman Lupti "meminta aparat penegak hukum tidak tebang pilih dalam menangani kasus.
"Kami akan kawal terus kasus ini. Jika 1 bulan ke depan tidak ada perkembangan, kami akan kembali turun dengan massa yang lebih besar," ujar Herman Lupti,sebagai ketua FABB.
Aksi berakhir pukul 12.00 WIB setelah massa dan perwakilan Polda yang dlansung di terima oleh Diriskrim, Kombes.Asep Mauludin Sik.MH. yang baru di Lantik,menerima berkas tuntutan FABB, Massa membubarkan diri dengan tertib. Dan akan menunggu,tuntutan yang sudah di tuang kan dalam bentuk Laporan.
