Jadi Kontes Sapi Nasional Ratusan Sapi Unggulan Dari Berbagai Daerah Ramaikan Piala Bupati

Realitakini.com-Blitar  
Ratusan sapi terbaik dari berbagai penjuru Indonesia memenuhi arena Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Blitar. Blitar sabtu (27 /07/2026)Di balik semaraknya kontes yang diikuti sekitar 170 ekor sapi itu, tersimpan semangat gotong royong para peternak yang berhasil menggelar ajang berskala nasional tanpa dukungan anggaran dari pe merintah daerah.

Kegiatan yang diprakarsai Paguyuban Peternak Sapi Blitar Bersatu (PPSBB) tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi komunitas peternak mampu menghadirkan sebuah event berkualitas. Peserta tidak hanya datang dari Blitar dan wilayah Jawa Timur, tetapi juga dari Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Banyuwangi, Lumajang, Malang, hingga sejumlah daerah lainnya.

Ketua Panitia, Saifulin, mengatakan seluruh pembiayaan penyelenggaraan berasal dari paguyuban dan dukungan para sponsor. Sementara pemerintah daerah dan Dinas Peternakan sejauh ini baru memberi kan dukungan berupa fasilitasi tempat pelaksanaan.

"Kegiatan ini murni kami selenggarakan dari paguyuban bersama para sponsor. Memang belum ada dukungan anggaran dari pemerintah daerah maupun dinas. Namun kami ingin membuktikan bahwa pe- ternak mampu menghadirkan kontes sapi yang berkualitas dan layak menjadi agenda besar Kabupaten Blitar," ujar Saifulin.

Menurutnya, tingginya antusiasme peserta menjadi sinyal positif bahwa dunia peternakan, khususnya sapi Peranakan Ongole (PO), masih terus berkembang dan memiliki daya saing tinggi. 

Kehadiran peternak dari berbagai provinsi sekaligus memperlihatkan besarnya kepercayaan terhadap Ka bupaten Blitar sebagai tuan rumah ajang nasional.

"Alhamdulillah antusias para peternak luar biasa. Peserta datang dari Jakarta, Yogyakarta, Banyuwangi, Lumajang, Malang, dan daerah lainnya. Ini membuktikan Blitar memiliki daya tarik sebagai lokasi kontes sapi berskala nasional," kata pria yang akrab disapa Kawok ini. 

Agar kualitas perlombaan tetap terjaga, panitia menghadirkan dewan juri profesional yang telah berpeng alaman menjadi juri pada ajang bergengsi, termasuk Piala Presiden di Kemayoran. 

Kehadiran juri nasional diharapkan mampu menjamin penilaian berlangsung objektif, transparan, dan sesuai standar.
Dalam kontes tersebut diperlombakan sembilan kategori, mulai kelas pedet jantan, pedet betina, calon induk, PO P0, PO P1, PO P2, PO P3, hingga kelas ekstrem yang menjadi magnet perhatian pengunjung.

Saifulin menjelaskan, kategori ekstrem diisi sapi-sapi berbobot fantastis dengan ukuran tubuh yang jauh di atas rata-rata. Bahkan, beberapa peserta memiliki bobot lebih dari 13 kuintal atau sekitar 1,3 ton, dengan peserta berasal dari Malang, Banyuwangi, dan daerah lainnya.

Lebih dari sekadar kompetisi, kontes ini menjadi ruang berkumpulnya para peternak setelah beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan berat akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Melalui ajang tersebut, para peternak saling bertukar pengalaman sekaligus menunjukkan hasil pemeliharaan terbaik mereka.

"Harapan kami, para peternak di Blitar Raya kembali bangkit dan semakin bersemangat mengembang kan usaha peternakan setelah terdampak wabah PMK. Kontes ini bukan hanya mencari juara, tetapi menjadi ajang silaturahmi dan motivasi agar kualitas ternak terus meningkat," ungkapnya.

Di sisi lain, Saifulin juga menyampaikan harapan kepada Pemerintah Kabupaten Blitar agar memberi kan perhatian lebih terhadap penyelenggaraan kontes sapi yang dinilai memiliki dampak positif bagi sektor peternakan dan perekonomian daerah.

Menurutnya, keberhasilan menyelenggarakan event nasional secara mandiri seharusnya menjadi per timbangan bagi pemerintah untuk memberikan dukungan anggaran pada tahun-tahun mendatang.

"Tahun ini kami membuktikan bahwa tanpa anggaran pemerintah kegiatan tetap bisa berjalan berkat kekompakan paguyuban dan dukungan sponsor. Ke depan kami berharap Bupati Blitar, DPRD, dan Dinas Peternakan dapat memberikan dukungan agar kontes ini semakin besar, lebih profesional, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas," ujarnya.

PPSBB pun optimistis Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar mampu berkembang menjadi agenda tahunan yang masuk dalam kalender resmi Kabupaten Blitar. 

Selain menjadi ajang adu kualitas ternak, kegiatan ini juga diyakini dapat menggerakkan sektor UMKM , perdagangan, hingga pariwisata daerah.

Di penghujung acara, deretan sapi-sapi unggulan masih menjadi pusat perhatian pengunjung. Anak-anak, peternak, hingga pecinta ternak tampak memadati arena, mengabadikan momen bersama sapi-sapi berukuran raksasa yang menjadi kebanggaan para pemiliknya. 

Bagi PPSBB, kemeriahan itu bukan sekadar penutup sebuah perlombaan, melainkan awal dari harapan agar Blitar semakin dikenal sebagai salah satu barometer peternakan sapi nasional, dengan kontes ini kelak menjadi tradisi tahunan yang dinantikan para peternak dari seluruh Indonesia.