Lantik 90 Kepala Sekolah, Bupati Pasaman Tekankan Integritas dan Profesionalisme

Bupati Pasaman Welly Suhery memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan 90 kepala sekolah jenjang SD dan Sekolah Menengah di Aula Lantai III Kantor Bupati Pasaman, Senin (20/7/2026). ( poto Nurman )
Realitakini.com Pasaman 
Bupati Pasaman Welly Suhery melantik dan mengambil sumpah jabatan 90 kepala sekolah jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman, di Aula Lantai III Kantor Bupati Pasaman,Senin (20/7/2026).

Dalam arahannya, Welly Suhery menegaskan bahwa pengangkatan kepala sekolah bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, melainkan langkah strategis untuk menghadirkan pemimpin pendidikan yang mampu membawa perubahan nyata di setiap satuan pendidikan.

"Keberhasilan pembangunan pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan di setiap satuan pendidikan. Kepala sekolah harus mampu menjadi penggerak perubahan, membangun budaya kerja yang disiplin, inovatif, dan berintegritas demi meningkatkan mutu pendidikan," kata Welly.

Menurutnya, kepala sekolah memiliki peran sentral dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas, membangun karakter peserta didik, serta meningkatkan prestasi sekolah melalui tata kelola yang efektif, transparan, dan akuntabel.

Karena itu, ia mengajak seluruh kepala sekolah yang baru dilantik memperkuat sinergi dengan guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta seluruh pemangku kepentingan agar program-program pendidikan dapat berjalan secara terpadu dan berkelanjutan.

"Seluruh jajaran pendidikan harus bergerak dalam satu komando, mematuhi aturan yang berlaku, serta mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Pendidikan yang maju hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama, integritas, dan komitmen yang kuat," tegasnya.

Selain menekankan pentingnya transformasi kepemimpinan di dunia pendidikan, Bupati memastikan proses pengangkatan kepala sekolah telah dilaksanakan secara objektif, profesional, transparan, serta berdasarkan kompetensi dan kebutuhan organisasi.

Ia juga memberikan penegasan terkait komitmen Pemerintah Kabupaten Pasaman dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli). Welly memastikan tidak ada biaya atau pungutan dalam bentuk apa pun selama proses pengangkatan dan pelantikan kepala sekolah.

Bupati bahkan mengingatkan, apabila ada pihak yang mengatasnamakan pejabat Pemerintah Kabupaten Pasaman dan meminta imbalan dengan janji jabatan tertentu, masyarakat diminta segera melaporkannya agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Jangan percaya kepada siapa pun yang menjanjikan jabatan dengan meminta sejumlah uang. Pemerintah Kabupaten Pasaman berkomitmen menjaga integritas dan transparansi dalam setiap proses pengangkatan pejabat," tegasnya.

Welly berharap seluruh kepala sekolah yang baru dilantik mampu menjadi teladan dalam menjunjung tinggi integritas, meningkatkan mutu pelayanan pendidikan, serta melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing.(Nurman)