– Keinginan sederhana yang terpatri saat menunaikan ibadah haji di Arab Saudi pada tahun 1993 kini berbuah manis di Tanah Minang. H. Sapril Aba, yang akrab disapa Haji Cap, berhasil membuktikan bahwa pohon kurma dapat tumbuh subur dan berbuah lebat di Indonesia, khususnya di Nagari Sulit Air, Kecamatan X Koto Di Atas, Kabupaten Solok.
Berlokasi di Kubang Putiah Sopan, Jorong Basuang, nagari Sulit Air Haji Cap mengelola lahan percontohan yang kini ditanami sekitar 86 batang pohon kurma. Keberhasilan ini sekaligus menjawab keraguan sebagian masyarakat yang menganggap pohon kurma sulit atau bahkan tidak bisa berbuah di iklim lokal.
"Banyak yang menanam kurma tetapi tidak kunjung berbuah. Melalui lahan ini, saya ingin menjawab tantangan itu dan menjadikan Sulit Air sebagai percontohan kebun kurma yang benar-benar produktif," ungkap Haji Cap, kepada awak media Kamis (23/07/2026) di lahan kurma miliknya
Panen perdana kebun ini telah dimulai sejak tahun 2023. Memasuki periode November 2025 hingga Juli 2026, Haji Cap bersama keponakannya yang setia membantu pengelolaan lahan bahkan telah menikmati hasil panen hingga dua kali. Menariknya, tanaman kurma di lahannya rata-rata sudah mulai berbuah pada usia 3 hingga 4 tahun, bahkan ada yang sudah belajar berbuah di usia 2 tahun. Dari segi rasa, kurma hasil panen lokal ini diklaim memiliki tingkat kemanisan yang melebihi kurma impor.
Kunci keberhasilan 'tangan dingin' Haji Cap terletak pada pemeliharaan rutin dan penggunaan pemupukan yang tepat. Ia mengandalkan kombinasi pupuk kompos buatan sendiri dan pupuk organik.
"Saya menggunakan pupuk kompos yang saya racik sendiri dipadu dengan pupuk organik. Bagi masyarakat yang memiliki pohon kurma namun bertahun-tahun tidak kunjung berbuah, insya Allah saya siap berbagi cara dan solusinya," tambahnya.
Ke depan, Haji Cap berharap kebun kurmanya tidak hanya menjadi sumber hasil tani pribadi, tetapi juga berkembang menjadi pusat edukasi atau sekolah non-formal bagi warga setempat.
Lebih lanjut haji cap juga mengatakan jika Kebun kurma miliknya sudah di kunjungi oleh berbagai unsur masyarakat termasuk dari pemda dan juga dinas terkait .
Untuk itu Ia ingin masyarakat luas, khususnya warga Nagari Sulit Air, dapat belajar teknik budi daya kurma secara langsung agar manfaat ekonominya dapat dirasakan bersama. (MailisJ)
