DPW APPSI Jatim Pastikan Kepengurusan DPD Tuntas Agustus, Fokus Sejahterakan Pedagang Pasar

Sekretaris DPW APPSI Jawa Timur, Adi Sucipto, menyampaikan sambutan saat pelantikan pengurus DPD APPSI Kota Blitar periode 2026–2031 di Pasar Pusat Kuliner Kota Blitar, Senin (3/8/2026).

Realitakini.com-- Blitar 
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Jawa Timur menargetkan seluruh kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di kabupaten dan kota se-Jawa Timur rampung dilantik pada Agustus 2026. Langkah itu dilakukan agar seluruh program organisasi dapat berjalan serentak hingga tingkat daerah.

Target tersebut disampaikan Sekretaris DPW APPSI Jawa Timur, Adi Sucipto, usai menghadiri pelantikan pengurus DPD APPSI Kota Blitar periode 2026–2031 yang digelar bersamaan dengan Musyawarah Daerah (Musda) di Pasar Pusat Kuliner Kota Blitar, Senin (03/08/2026)

Adi mengatakan, pelantikan DPD APPSI Kota Blitar menjadi bagian dari penyelesaian pembentukan struktur organisasi di Jawa Timur.

“Alhamdulillah hari ini DPD APPSI Kota Blitar dipimpin Pak Titeng telah selesai dilantik,” katanya.

Menurutnya, hingga saat ini hampir seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur telah memiliki kepengurusan APPSI yang definitif.

“Sudah hampir keseluruhan kota/kabupaten di Jawa Timur dilantik semua, kurang sekitar empat kota/kabupaten lagi,” ujarnya.

Setelah seluruh kepengurusan terbentuk, APPSI akan mulai mengoptimalkan pelaksanaan berbagai program organisasi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan pedagang pasar tradisional.

Adi menegaskan, perjuangan APPSI tidak hanya berfokus pada penguatan organisasi, tetapi juga memastikan pedagang pasar tetap mampu bertahan di tengah perubahan pola perdagangan.

“Harapannya kita ingin pedagang pasar tradisional kembali sejahtera. Siapa lagi yang peduli kalau bukan dari kami. Meskipun jajaran pengurus APPSI sangat beragam, ada yang menjadi pedagang, pengusaha bahkan DPR, namun tujuan kami tetap satu yaitu menyejahterakan pedagang pasar tradisional,” tegasnya.

Ia menjelaskan, percepatan pelantikan kepengurusan di Jawa Timur juga merupakan tindak lanjut arahan organisasi tingkat pusat agar program-program APPSI dapat segera diterapkan secara merata.

“Kebetulan dewan pembina kami itu Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kami diinstruksikan bulan Agustus ini di Jawa Timur sudah clear dilantik semua, sehingga program-program dari pusat dapat berjalan dengan lancar sampai ke daerah-daerah,” jelas Adi.

Menurutnya, APPSI juga berkomitmen menjadi mitra pemerintah daerah dalam membangun ekosistem pasar tradisional yang sehat dan berdaya saing.

“Kami selalu mendukung birokrasi di daerah-daerah untuk mendukung program-program pemerintah daerah guna kesejahteraan pedagang pasar tradisional,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPD APPSI Kota Blitar, Titeng Perdamaian, menyatakan kepengurusan yang baru siap mengawal berbagai aspirasi pedagang sekaligus memperkuat komunikasi dengan Pemerintah Kota Blitar.

Melalui tema “Gerakan Kembali ke Pasar, Menuju Masyarakat Makmur Pedagang Sejahtera”, APPSI Kota Blitar ingin mendorong pasar tradisional kembali menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat.

“Gerakan kembali ke pasar bukan hanya mengajak masyarakat berbelanja, tetapi menghidupkan kembali denyut ekonomi rakyat yang selama ini tumbuh dari pasar tradisional,” ujar Titeng.

Ia menambahkan, dalam lima tahun ke depan APPSI Kota Blitar akan memfokuskan program pada edukasi pedagang, pendampingan usaha, serta memperjuangkan keterlibatan organisasi dalam penyusunan kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan pasar tradisional.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Blitar menyambut baik terbentuknya kepengurusan APPSI yang baru. Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, Purwoko, berharap organisasi tersebut mampu menjadi motor penggerak kebangkitan pasar rakyat.

“Saya mewakili Kepala Dinas Disperindag dan Pemerintah Kota Blitar mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus APPSI Kota Blitar. Semoga APPSI bisa mendorong bertumbuhnya geliat ekonomi dan masyarakat untuk kembali berbelanja di pasar-pasar tradisional Kota Blitar,” ucap Purwoko.

Ia menegaskan bahwa pasar tradisional masih menjadi denyut utama perekonomian daerah.

“Karena memang sejatinya jantung perekonomian itu ada di pasar-pasar tradisional,” pungkasnya.(*)

Posting Komentar

0 Komentar