Kejari Pasaman Apresiasi Kehadiran PBTS, Dorong Pers Profesional dan Berimbang

Keterangan foto:
Kajari Pasaman Hendi Arifin bersama pengurus PBTS usai pertemuan silaturahmi di Kantor Kejari Pasaman, Senin (10/8/2026).
Realitakini.com-- Pasaman 
Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasaman menyambut positif kehadiran Pers Bersatu Tuah Saiyo (PBTS) di Kabupaten Pasaman. Dukungan tersebut disampaikan Kepala Kejari Pasaman Hendi Arifin saat menerima kunjungan silaturahmi pengurus PBTS di ruang kerjanya, Senin (10/8/2026).

Rombongan PBTS dipimpin Ketua PBTS Yunzar Lubis bersama sejumlah unsur pimpinan dan pengurus, di antaranya Nuzul Ramadana, Hasdika Weldi, Ewin, Syafrianto, Wan Vibowo serta sejumlah pengurus lainnya.


Dalam pertemuan tersebut, PBTS memperkenalkan organisasi sebagai wadah pemersatu insan pers di Kabupaten Pasaman. Kehadiran PBTS tidak hanya diarahkan untuk mempererat silaturahmi antarwartawan, tetapi juga mendorong peningkatan kompetensi, profesionalisme dan kualitas jurnalistik.

Hendi Arifin yang didampingi Kasi Intel Kejari Pasaman Riki Supriadi menyampaikan apresiasi atas terbentuknya PBTS. Ia menilai keberadaan organisasi yang menjadi wadah komunikasi bagi insan pers dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pers di daerah.

Menurut Hendi, kebebasan berserikat merupakan hak yang dijamin oleh peraturan perundang-undangan.

 Karena itu, organisasi pers diharapkan mampu menjadi ruang untuk memperkuat profesionalisme sekaligus meningkatkan kualitas wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Ia juga mengingatkan agar insan pers tetap mengedepankan prinsip pemberitaan yang berimbang dan profesional. Menurutnya, media memiliki dua peran yang sama-sama penting, yakni menyampaikan berbagai capaian daerah sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial.

"Sehebat apa pun Pasaman, kalau tidak dipublikasikan, orang luar tidak akan tahu," kata Hendi.

Ia menilai media memiliki posisi strategis dalam memperkenalkan potensi Kabupaten Pasaman kepada masyarakat luas. Publikasi yang dilakukan secara baik dan berimbang dinilai dapat membantu memperkenalkan potensi daerah, termasuk sektor pertanian, perkebunan, pertambangan dan sumber daya alam lainnya.

Namun, Hendi menekankan bahwa fungsi kontrol sosial tidak boleh ditinggalkan. Pers harus tetap kritis dalam mengawal pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan, dengan tetap berpegang pada kode etik jurnalistik serta prinsip keberimbangan.

"Pers bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki fungsi kontrol sosial," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hendi juga menyinggung pentingnya pengelolaan keuangan negara dan daerah dilakukan secara tepat sasaran, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta dapat dipertanggungjawabkan.

Ia berharap komunikasi dan sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah dan insan pers dapat terus diperkuat. Dengan demikian, pembangunan di Kabupaten Pasaman dapat berjalan secara transparan, akuntabel dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua PBTS Yunzar Lubis menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan yang diberikan Kejari Pasaman.

Menurut Yunzar, silaturahmi dengan berbagai unsur pemerintahan dan aparat penegak hukum merupakan bagian dari komitmen PBTS dalam membangun komunikasi yang sehat sekaligus mendorong terwujudnya pers yang profesional di Kabupaten Pasaman.

"Kami mengapresiasi sambutan dan dukungan dari Kajari Pasaman. Ini menjadi semangat bagi PBTS untuk terus membangun pers yang profesional dan memberikan kontribusi positif bagi daerah," ujar Yunzar.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. PBTS berharap dukungan Kejari Pasaman menjadi bagian dari penguatan sinergi antara insan pers dan aparat penegak hukum dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat, kritis, berimbang dan konstruktif di Kabupaten Pasaman.(Nurman)