Makam Bung Karno Blitar Resmi Buka 24 Jam, Pemkot Bidik Lonjakan Wisatawan

Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin bersama jajaran Forkopimda dan tamu undangan menghadiri tasyakuran HUT ke-81 RI sekaligus pembukaan layanan Makam Bung Karno selama 24 jam.
Realitakini.com-- Blitar 
Pemerintah Kota Blitar resmi membuka layanan kunjungan wisata dan ziarah di kompleks Makam Bung Karno selama 24 jam. Kebijakan tersebut ditandai dengan kegiatan tasyakuran yang digelar di kompleks Makam Bung Karno, Sabtu (15/8/2026) malam.

Tasyakuran dihadiri jajaran pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Blitar, anggota DPRD, Kapolres Blitar Kota, Forkopimcam, tokoh agama, serta masyarakat. Sebelum pemotongan tumpeng, para undangan terlebih dahulu melakukan ziarah dan doa bersama di makam Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin mengatakan, kebijakan membuka layanan Makam Bung Karno selama 24 jam berkaitan dengan momentum malam Minggu Kliwon dalam penanggalan Jawa. Bung Karno diketahui wafat pada Minggu Kliwon, 21 Juni 1970.

“Ini juga bertepatan dengan pasaran dalam hitungan Jawa wafat beliau, maka Pemerintah Kota Blitar membuka makam 24 jam,” kata Syauqul Muhibbin.

Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun peziarah dari luar daerah yang ingin berkunjung ke Makam Bung Karno tanpa terbatas waktu.

“Sehingga memfasilitasi seluruh masyarakat, para peziarah untuk bisa datang ke Kota Blitar menziarahi Bung Karno kapan pun. Mau pagi, mau siang, mau malam juga Pemerintah Kota Blitar melayani,” ujarnya.

Syauqul menjelaskan, layanan 24 jam tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Blitar mengembangkan aktivitas kota sepanjang waktu. Sejumlah fasilitas publik dan tempat usaha, termasuk kafe, mulai diarahkan untuk menyediakan layanan hingga 24 jam.

“Dengan banyak fasilitas yang buka 24 jam, tentunya wisatawan di Kota Blitar akan semakin meningkat. Seluruh fasilitas umum juga kami rencanakan akan banyak yang buka 24 jam,” jelasnya

Untuk mendukung pelayanan tersebut, Pemkot Blitar telah menyiapkan petugas dengan sistem kerja shift. Langkah itu dilakukan agar pelayanan kepada wisatawan dan peziarah tetap berjalan secara optimal sepanjang malam hingga pagi.

Kebijakan tersebut juga mempertimbangkan karakteristik wisata ziarah. Syauqul menyebut sebagian peziarah justru memilih berkunjung pada malam hari karena suasananya dianggap lebih tenang dan khusyuk untuk berdoa.

“Banyak wisatawan juga yang ingin ziarah dilakukan malam hari. Karena malam hari mungkin lebih khusyuk, lebih bisa berziarah dengan cara yang sangat baik,” katanya.

Selain itu, pola perjalanan wisatawan dan peziarah yang tidak selalu dapat diprediksi menjadi salah satu pertimbangan penerapan layanan 24 jam.

“Rute-rute para peziarah itu juga tidak menentu. Maka dari itu, fasilitas 24 jam ini juga memudahkan para peziarah untuk selalu datang kapan pun ke Kota Blitar,” imbuhnya.

Keamanan Disiapkan, Aktivitas Pedagang Menyesuaikan Dari sisi keamanan, Syauqul memastikan Pemkot Blitar telah menyiapkan personel untuk mendukung operasional Makam Bung Karno selama 24 jam.

“Petugas sudah kita siapkan bentuk shift,” tegasnya.
Sementara itu, untuk aktivitas pedagang di sekitar kompleks makam, Pemkot Blitar menyatakan jam operasional akan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Penerapan layanan 24 jam diharapkan tidak hanya memberikan kemudahan bagi peziarah, tetapi juga mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar seiring bertambahnya kunjungan wisatawan ke Kota Blitar.(kmf/edy)