Objek Wisata Air Koto Laweh, Dharmasraya, yang kini tampak sepi dan kurang terawat.
Realitakini.com-- Dharmasraya
Realitakini.com-- Dharmasraya
Objek wisata air yang berada di Nagari Koto Laweh, Kecamatan Koto Besar,ku Kabupaten Dharmasraya, kini tampak jauh dari kondisi ketika masih ramai dikunjungi masyarakat.
Sejumlah fasilitas di kawasan wisata tersebut terlihat mulai tidak terawat. Minimnya aktivitas dan pengelolaan membuat kawasan yang sebelumnya menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk berwisata itu kehilangan daya tarik.
Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan masyarakat. Warga berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap keberadaan objek wisata tersebut, termasuk memastikan kejelasan status dan pola pengelolaannya.
Jika kembali dikelola secara profesional dan dilakukan pembenahan terhadap fasilitas maupun kawasan, objek wisata air tersebut dinilai masih memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata yang menarik. Keberadaannya juga berpeluang memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Pengamat wisata, Zulfurdi, menilai kondisi objek wisata tersebut tidak terlepas dari persoalan perencanaan yang sejak awal dinilai belum matang.
"Bahwa pemerintah perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh, terutama terhadap aspek perencanaan dan tata ruang kawasan wisata,"ujarnya Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, pemerintah perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh, terutama terhadap aspek perencanaan dan tata ruang kawasan wisata. Ia menilai pembangunan objek wisata semestinya dilakukan berdasarkan kajian yang matang agar fasilitas yang dibangun dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan.
“Pemerintah sudah salah dalam perencanaan dan tidak matang, terutama dalam tata ruang objek wisata air tersebut,” kataZulfuardi.
Ia berharap pemerintah tidak membiarkan kawasan tersebut terus terbengkalai. Menurutnya, diperlukan langkah nyata berupa evaluasi, pembenahan, serta konsep pengelolaan yang jelas agar potensi wisata di Nagari Koto Laweh dapat kembali dimanfaatkan.
Pertanyaan Besar: Berapa Anggaran yang Sudah Dikucurkan?
Di tengah kondisi objek wisata yang kini terlihat terbengkalai, muncul pertanyaan yang patut dijawab secara terbuka: berapa besar anggaran yang sudah dikucurkan untuk pembangunan maupun pengembangan objek wisata air Koto Laweh, dan sejauh mana manfaatnya telah dirasakan masyarakat?
Pembangunan fasilitas publik tentu diharapkan tidak hanya menghasilkan bangunan atau sarana fisik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.
Jika anggaran yang telah dikeluarkan cukup besar, namun objek wisata justru tidak berfungsi secara optimal dan belum memberikan dampak berarti terhadap perekonomian masyarakat sekitar, maka kondisi tersebut layak menjadi bahan evaluasi bersama.
Masyarakat berhak mengetahui bagaimana perencanaan dibuat, berapa anggaran yang telah digunakan, apa saja fasilitas yang dibangun, serta bagaimana hasil dan manfaat pembangunan tersebut setelah selesai dilaksanakan.
Jangan sampai pembangunan hanya berhenti pada penggunaan anggaran tanpa diikuti pengelolaan yang berkelanjutan.
Sebab, jika sebuah proyek dibangun dengan menggunakan uang negara tetapi kemudian dibiarkan terbengkalai dan tidak memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, tentu efektivitas penggunaan anggaran tersebut patut dipertanyakan.
Kalau pembangunan hanya menghabiskan anggaran tanpa memberikan manfaat ekonomi dan sosial kepada masyarakat, untuk apa pembangunan itu dilakukan?
Kini masyarakat menunggu bukan sekadar janji pembenahan, melainkan transparansi, evaluasi dan langkah nyata. Pemerintah perlu menjelaskan masa depan objek wisata air Koto Laweh agar fasilitas yang telah dibangun tidak berakhir menjadi bangunan terbengkalai dan pemborosan anggaran.
Objek wisata tersebut masih memiliki potensi. Namun potensi itu hanya akan menjadi manfaat apabila dikelola dengan perencanaan yang matang, transparan, profesional dan benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat.ujar aktivis wisata ini menutup.(Fuadcani)
