Penyerahan Dokumen Musrenbang Nagari Koto Baruboleh Wali Nagari kepada ketua BPRN foto : Mailis
— Pemerintah Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Tarab, merencanakan arah pembangunan daerah melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027 dan Daftar Usulan (DU) RKP Tahun 2028. Kegiatan ini dibuka resmi oleh Wali Nagari Koto Baru, Nafri, pada Senin (24/08/2026) di Gedung Serba Guna Nagari Koto Baru.
Wali Nagari Koto Baru, Nafri, menegaskan bahwa seluruh penyusunan RKP Nagari harus berakar dari aspirasi masyarakat bawah. Meski demikian, setiap usulan perlu disaring dan diprioritaskan berdasarkan tingkat kebutuhan yang paling mendesak serta jumlah warga yang akan merasakan manfaatnya.
“Penyusunan RKP Nagari memang melalui prosedur dan harus datang dari aspirasi masyarakat. Melalui Musrenbang ini, tetapkanlah prioritas usulan sesuai dengan kebutuhan yang paling banyak dirasakan masyarakat,” ujar Nafri.
Nafri juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik dalam setiap tahapan perencanaan anggaran nagari.
Camat Sungai Tarab yang diwakili Sekretaris Camat (Sekcam), Indra Darmanto, SKM, MKM, menyambut baik paparan transparansi yang disampaikan Wali Nagari. Indra turut menyampaikan permohonan maaf dari Camat Sungai Tarab yang baru karena berhalangan hadir lantaran tugas lain.
Dalam arahannya, Indra mengimbau masyarakat agar bersikap bijak dan realistis dalam menentukan prioritas pembangunan mengingat adanya keterbatasan anggaran nagari.
Skala Prioritas: Masyarakat diminta mempertimbangkan kebutuhan yang paling mendesak agar alokasi dana tepat sasaran.
Keterbatasan Anggaran: Tidak seluruh usulan pembangunan dapat direalisasikan dalam satu tahun anggaran yang sama.
Sinergi Program: Masyarakat diajak untuk aktif mendukung program kegiatan yang sedang berjalan, termasuk program-program strategis.
“Kami dari Pemerintahan Kecamatan mengajak masyarakat untuk tidak terlalu berharap semua rencana pembangunan dapat terealisasi. Dari berbagai prioritas yang diusulkan, belum tentu semuanya bisa dilaksanakan karena adanya keterbatasan anggaran nagari,” tutur Indra.
Hadir dalam kegiatan tersebut Forkopimca, Sekcam Sungai Tarab, Wali Nagari se Sungai Tarab, BPRN beserta Jajaran, KAN, Tokoh masyarakat, tokoh pemuda, bundo kanduang, dan undangan lainnya. (MailisJ)

0 Komentar