Dokter melakukan tindakan operasi minimal invasif untuk menangani batu ginjal di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.
Realitakini.com -- Blitar Penanganan batu ginjal tak selalu harus berakhir di meja operasi dengan sayatan besar. Perkembangan teknologi kedokteran memungkinkan sejumlah kasus batu ginjal dan saluran kemih ditangani melalui prosedur Minimal Invasive Surgery (MIS) dengan luka operasi yang jauh lebih kecil.Blitar Selasa (12/08/2026)
Layanan tersebut kini menjadi bagian dari pengembangan Klinik Urologi RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Kabupaten Blitar.
Melalui pendekatan minimal invasif, dokter dapat menangani sejumlah gangguan pada saluran kemih dengan meminimalkan trauma terhadap jaringan tubuh pasien.
Salah satu kasus yang telah ditangani di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi adalah batu pada ginjal kanan menggunakan teknik minimal invasif.
Teknik ini menjadi salah satu pilihan dalam penanganan batu saluran kemih, tentunya setelah pasien menjalani pemeriksaan dan dokter menentukan metode tindakan yang sesuai dengan kondisi serta ukuran dan lokasi batu.
Dokter Spesialis Urologi RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dr. Mangkubumi Putra Wijaya, Sp.U, FICS, mengatakan perkembangan teknik operasi minimal invasif memberikan alternatif penanganan bagi pasien urologi.
“Tujuan utama tindakan urologi bukan hanya menghilangkan batu, tetapi juga memastikan fungsi saluran kemih tetap terjaga dengan tindakan yang aman dan sesuai kondisi pasien,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tidak semua batu ginjal membutuhkan tindakan operasi. Penanganan sangat bergantung pada sejumlah faktor, antara lain ukuran dan lokasi batu, keluhan yang dirasakan pasien, kondisi saluran kemih, hingga fungsi ginjal.
“Karena itu, pasien sebaiknya tidak menunggu sampai keluhan semakin berat. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kondisi batu dan menentukan terapi yang paling tepat,” jelasnya.
Salah satu keunggulan pendekatan minimal invasif adalah ukuran luka operasi yang relatif lebih kecil dibandingkan teknik pembedahan terbuka pada kasus yang memang dapat ditangani dengan metode tersebut.
Pada kondisi tertentu, tindakan bahkan dapat dilakukan melalui saluran kemih menggunakan instrumen khusus sehingga tidak membutuhkan sayatan terbuka seperti operasi konvensional.
Meski demikian, pilihan teknik tetap ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dokter. Faktor seperti ukuran, jumlah, serta posisi batu menjadi pertimbangan penting sebelum tindakan dilakukan.
Batu ginjal sendiri terbentuk ketika mineral dan garam dalam urine mengendap kemudian membentuk kristal yang semakin lama dapat menjadi batu.
Keluhan yang muncul dapat berupa nyeri hebat di pinggang atau punggung yang dapat menjalar ke bagian bawah perut, nyeri saat buang air kecil, urine berdarah, mual, hingga gangguan berkemih.
Dalam kondisi tertentu, batu yang menyumbat saluran kemih juga dapat meningkatkan risiko infeksi dan mengganggu fungsi ginjal apabila tidak mendapatkan penanganan.
Karena itu, keluhan yang mengarah pada batu saluran kemih sebaiknya tidak dianggap sebagai sakit pinggang biasa.
“Keluhan nyeri pinggang yang berulang perlu diperiksa, terutama jika disertai urine berdarah, demam, nyeri saat buang air kecil atau gangguan berkemih. Dengan pemeriksaan lebih awal, kita bisa mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih berat,” kata dr. Mangkubumi.
Selain menangani batu ginjal dan batu saluran kemih, Klinik Urologi RSUD Ngudi Waluyo Wlingi juga melayani berbagai persoalan pada sistem saluran kemih serta sistem reproduksi pria.
Di antaranya pembesaran prostat, infeksi saluran kemih, gangguan berkemih, serta berbagai kelainan lain yang membutuhkan penanganan dokter spesialis urologi.
Pengembangan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya RSUD Ngudi Waluyo Wlingi memperluas akses masyarakat Blitar Raya terhadap pelayanan urologi dengan dukungan tenaga medis dan teknologi kedokteran yang terus berkembang.
Bagi masyarakat yang mengalami keluhan pada saluran kemih atau membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, konsultasi dengan dokter spesialis menjadi langkah penting untuk menentukan diagnosis dan pilihan terapi.
Informasi mengenai layanan Klinik Urologi maupun pendaftaran di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dapat diperoleh melalui Pusat Informasi dan Pendaftaran di nomor 0811-3051-0088.
Dengan semakin berkembangnya teknik minimal invasif, penanganan batu ginjal kini memiliki lebih banyak pilihan. Namun satu hal tetap sama: semakin cepat diketahui, semakin banyak pilihan penanganan yang dapat dipertimbangkan dokter.(Edi)
