Rakit PETI dimusnahkan petugas gabungan saat operasi penertiban di Dusun Sungai Buluh, Kabupaten Bungo.
Realitakini.comv-- Jambi
Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Bungo kembali menjadi sasaran operasi gabungan. Dalam penertiban yang digelar Kamis (30/7/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB di Dusun Sungai Buluh, Kecamatan Rimbo Tengah, sedikitnya 15 unit rakit penambangan berhasil dilumpuhkan aparat.
Operasi yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Bungo, Kodim 0416/Bungo Tebo, Polres Bungo, dan Satpol PP Kabupaten Bungo itu dipimpin langsung oleh unsur pimpinan daerah. Turut hadir Bupati Bungo, Dandim 0416/Bungo Tebo, Kasat Reskrim Polres Bungo, Kasat Pol PP Kabupaten Bungo, Kanit Tipidter Satreskrim Polres Bungo, personel Unit Tipidter, Opsnal Satreskrim, serta anggota Satpol PP.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tim gabungan menemukan aktivitas PETI masih berlangsung saat tiba di lokasi. Sedikitnya 15 rakit penambangan terlihat beroperasi di kawasan tersebut.
Namun, operasi malam itu tidak membuahkan penangkapan. Para pekerja tambang diduga lebih dahulu mengetahui kedatangan petugas dan langsung melarikan diri meninggalkan seluruh peralatan di lokasi.
Meski tidak ada pelaku yang berhasil diamankan, aparat tetap mengambil tindakan tegas dengan menghentikan seluruh aktivitas penambangan ilegal. Sejumlah komponen penting peralatan tambang dievakuasi, sementara rakit dan perlengkapan lainnya dirusak atau dilumpuhkan agar tidak dapat digunakan kembali.
Penertiban tersebut merupakan bagian dari langkah berkelanjutan pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dalam menekan maraknya aktivitas PETI di Kabupaten Bungo.
Selain melanggar ketentuan hukum, aktivitas pertambangan ilegal juga dinilai berpotensi merusak ekosistem sungai, mengancam keselamatan pekerja, serta memicu persoalan sosial dan keamanan.
Meski demikian, kaburnya para penambang kembali menjadi perhatian. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai pola operasi para pelaku, termasuk dugaan adanya sistem informasi yang membuat mereka dapat menghindari razia.
Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi aparat dalam upaya penegakan hukum terhadap praktik PETI yang hingga kini masih terus berulang.
Selama pelaksanaan operasi, situasi di lokasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Aparat memastikan penertiban terhadap aktivitas PETI akan terus dilakukan sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menegakkan hukum di wilayah Kabupaten Bungo.(Fuadcani)
