Wakil Walikota Blitar Berharap Ziarah Kebangsaan MPR RI ke Makam Bung Karno Jadi Agenda Tahunan

Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba memberikan keterangan kepada awak media usai mendampingi ziarah kebangsaan pimpinan MPR RI di Makam Bung Karno, Selasa (4/8/2026).
Realitakini.com-- Blitar 
Wakil Walikota Blitar Elim Tyu Samba berharap kegiatan ziarah kebangsaan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) ke Makam Bung Karno dapat menjadi agenda rutin setiap tahun.

 Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan sekaligus upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

Hal itu disampaikan Elim Tyu Samba usai mendampingi rombongan pimpinan MPR RI dalam kunjungan kerja dan ziarah kebangsaan di Kota Blitar, Selasa (04/08/2026) Rangkaian kegiatan meliputi ziarah dan tabur bunga di Makam Bung Karno, kunjungan ke Istana Gebang, serta ramah tamah di Rumah Dinas Wali Kota Blitar.

Elim menegaskan, ziarah kebangsaan tersebut tidak memiliki muatan politik, melainkan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menghargai perjuangan para pendiri bangsa.

"Apa yang disampaikan Bapak Ketua MPR RI adalah dalam rangka menghormati para pahlawan, khususnya Bung Karno. Harapan kami, kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin tahunan. Ini bukan misi politik, tetapi pengingat bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya," ujar Elim.

Ia menilai, keberadaan Makam Bung Karno di Kota Blitar merupakan aset berharga yang tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga berpotensi mendorong sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

"Kota Blitar memang memiliki wilayah yang kecil. Karena itu, kami terus berupaya memaksimalkan potensi wisata sejarah dan sektor pendukung lainnya. Semoga kunjungan tokoh-tokoh nasional ini memberikan dampak positif bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Elim juga menjelaskan rombongan pimpinan MPR RI menempuh perjalanan melalui Malang sebelum menuju Kota Blitar. Menurutnya, pemilihan jalur tersebut dilakukan sebagai penyesuaian moda transportasi agar agenda nasional yang padat dapat berjalan lebih efektif dan efisien.(*)


Posting Komentar

0 Komentar