![]() |
| Ketua MWA, Rektor, Senior Eksekutif dan Ketua SAU saat memasuki Gedung Auditorium pada proses Wisuda 144 hari kedua |
Realitakini.com-Padang
Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Krismadinata, Ph.D. mengajak para wisudawan memaknai momentum wisuda yang berlangsung dalam suasana bulan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk meneguhkan kembali hubungan antara ilmu, akhlak, dan pengabdian kepada sesama. Pesan tersebut disampaikan Rektor dalam pidatonya pada Wisuda Ke-144 UNP hari kedua, Selasa (25/8/2026), di Auditorium UNP.
Pada hari kedua wisuda, UNP mengukuhkan 701 lulusan yang terdiri atas 239 lulusan Fakultas Mate- matika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), 121 lulusan Fakultas Ilmu Sosial (FIS), 149 lulusan- Fakultas Teknik (FT), 105 lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), 51 lulusan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP), serta 36 lulusan Sekolah Vokasi.
Wisuda hari kedua tersebut merupakan bagian dari Wisuda Ke-144 UNP periode Agustus 2026 yang secara keseluruhan mewisuda 1.395 lulusan. Prosesi wisuda juga diselimuti suasana haru ketika UNP memberikan penghormatan kepada salah seorang wisudawan yang telah meninggal dunia karena sakit, namun berhasil menyelesaikan studinya. Wisudawan tersebut adalah Rendi Kurniawan lulusan Program Studi S1 Pendidikan Matematika FMIPA UNP dengan IPK 3,71.
Dalam pidatonya, Krismadinata mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar mengenang sejarah kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingatkembali hadirnya pencerahan melalui ilmu pengetahuan dan keluhuran akhlak.
“Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar mengenang lintasan sejarah kelahiran sang penutup para nabi, melainkan momen terbitnya Cahaya Pencerahan (Nur) yang membebaskan manusia dari gelapnya jurang ketidaktahuan,” ujar Rektor.
Ia menyampaikan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan ilmu tidak berhenti pada penguasaan teori atau pencapaian akademik. Ilmu harus mampu menjadi cahaya yang membentuk pribadi dan mendorong manusia memberikan manfaat bagi lingkungan di mana pun berada.
“Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita bahwa hakikat ilmu bukanlah sekadar tumpukan teori atau selembar ijazah, melainkan pembuka tirai kegelapan hati, agar kita mampu mengenali Sang Pencipta dan menjadi sosok penabur manfaat sebaik-baiknya manusia di mana pun kita berpijak,” katanya.
Momentum tersebut sekaligus memperkuat kontribusi UNP terhadap SDG 4: Quality Education (Pendidikan Bermutu) melalui pendidikan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkompetensi secara akademik, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan memiliki kepedulian untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat. (Utr/Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis)

0 Komentar