Elim Tyu Samba resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Umum KONI Kota Blitar dalam Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub). Dalam pendaftaran tersebut, Elim mengaku mengantongi dukungan dari 29 cabang olahraga (cabor).Blitar Rabu (16/09/2026)
Berkas pendaftaran diserahkan sekitar pukul 13.00 WIB dan diterima oleh Tim Penjaringan dan Pe nyaringan (TPP). Selanjutnya, Elim menyerahkan proses verifikasi kepada TPP untuk menentukan kelengkapan dan ke absahan persyaratan pencalonannya.
"Alhamdulillah tadi kita didukung 29 cabor. Sekitar pukul 1 kami menyerahkan berkas pendaftaran dan diterima oleh tim TPP. Untuk kelanjutannya kita tunggu bagaimana hasil dari TPP, apakah sah dan se suai prosedur atau masih ada kekurangan," ujar Elim Tyu Samba.
Elim menegaskan, keputusan maju dalam Musorkotlub bukan semata-mata soal jabatan, melainkan bagian dari komitmennya terhadap perkembangan olahraga di Kota Blitar.
Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam membawa nama baik daerah. Karena itu, pembina an atlet dan penguatan organisasi KONI harus menjadi perhatian bersama.
"Kita ini warga Kota Blitar. Tentunya olahraga ini sangat penting untuk nama baik Kota Blitar. Harapan nya melalui KONI kita bisa memaksimalkan atlet-atlet untuk bisa berprestasi secara maksimal,"katanya.
Dukungan dari puluhan cabor tersebut, lanjut Elim, menjadi dorongan tersendiri untuk melanjutkan per juangan membenahi olahraga Kota Blitar.
"Adanya dukungan dari teman-teman cabor otomatis membuat kita tergerak untuk melanjutkan per- juang an. Ini menjadi motivasi kita untuk membuat olahraga di Kota Blitar semakin baik," tegasnya..
Elim juga menanggapi aksi sejumlah insan olahraga yang sebelumnya turun menyuarakan persoalan KONI Kota Blitar.
Ia menegaskan bahwa dirinya bukan pimpinan aksi dan tidak pernah menginstruksikan maupun meng ondisikan kegiatan tersebut.Namun, ketika mengetahui bahwa peserta aksi merupakan para atlet dan insan olahraga yang selama ini dikenalnya, Elim memilih turun memberikan dukungan.
"Teman-teman itu kan rekan-rekan atlet yang kita kenal, bagian dari keluarga kita. Masa iya kita mem biarkan begitu saja. Tentu saja kami turun," ujarnya.Sebagai Wakil Wali Kota Blitar sekaligus Plt Ketua KONI Kota Blitar, Elim menyebut kepentingan masyarakat dan insan olahraga menjadi bagian dari- tanggung jawab yang harus dijalankan.
Menurutnya, berbagai dinamika yang terjadi merupakan bagian dari proses perjuangan untuk mencari solusi bagi kemajuan olahraga Kota Blitar.
"Orang berjuang itu jalannya macam-macam. Ada yang melalui berbagai cara. Kebetulan situasinya seperti itu, sehingga perjuangannya mungkin melalui jalur tersebut. Yang jelas, hasilnya untuk kebaikan olahraga Kota Blitar," ungkapnya.
Elim juga mengungkapkan adanya komunikasi dengan Pemerintah Kota Blitar terkait pengembalian kantor KONI.Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Blitar yang disebut telah memfasilitasi agar KONI kembali memiliki kantor. Meski demikian, hingga saat ini pihaknya belum menerima kunci secara resmi.
"Kami berterima kasih kepada Pemkot Blitar karena sudah memfasilitasi kami kembali kantor KONI. Walaupun per hari ini belum diserahkan kepada kami, sudah ada komunikasi untuk dikembalikan," jelas Elim.
Untuk kepastian teknis pengembalian dan penyerahan kantor, Elim menyebut hal tersebut dapat dikonfir masi kepada Dinas Kepemudaan dan Olahraga.Terkait informasi mengenai adanya laporan polisi atas- dirinya hadir dalam aksi yang dilakukan insan olahraga, Elim memilih tidak berspekulasi dan menyerah kan sepenuhnya kepada proses hukum.
Menurutnya, setiap orang memiliki hak untuk membuat laporan dan pihak kepolisian memiliki kewajib an menerima laporan tersebut.
"Siapa pun bisa melaporkan, dan pihak kepolisian juga wajib menerima laporan tersebut. Tapi sampai hari ini kita belum ada pemberitahuan apa pun dari Polres," katanya. Elim mengaku belum mengetahui secara detail materi yang dilaporkan.9 Karena itu, dirinya memilih menunggu proses yang berjalan.
"Saya tidak tahu detailnya apa yang dilaporkan. Kami juga bingung apa yang dilaporkan. Jadi kita- tunggu saja prosesnya bagaimana," ujarnya.Ia kembali menegaskan bahwa dirinya tidak berada di balik aksi tersebut sebagai pimpinan maupun- pihak yang memberikan instruksi.
"Kejadian tersebut bukan kami yang memimpin. Kami bukan pimpinan demo dan tidak ada mengon- disikan atau menginstruksikan. Jadi kami mengikuti saja bagaimana prosesnya," tegas Elim.
Bagi Elim, berbagai dinamika yang terjadi menjelang Musorkotlub tidak seharusnya mengaburkan tujuan utama pembenahan olahraga. Ia berharap proses Musorkotlub dapat menjadi momentum untuk memperkuat9 soliditas insan olahraga sekaligus meningkatkan prestasi atlet Kota Blitar, (edy)

0 Komentar