Geliat Pembangunan Tabek Patah: Wujudkan Masterplan Wisata Batu Badinding Hingga Kopi Arabika.


Musrenbang Nagari Tabek Patah        
 foto : Mailis



Realitakini.com -Tanah Datar 
 Pemerintah Nagari Tabek Patah menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Penyusunan RKP Tahun  2027 dan DU RKP Tahun 2028 Nagari di Aula Nagari Tabek Patah, Selasa (1/9/2026). 

​Acara dibuka secara resmi oleh Wali Nagari Tabek Patah, Zulkifli. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Tanah Datar Nurhamdi Zahari Dt. I. M. Nan Bapayuang Ameh, Kepala Dinas Parpora Tanah Datar Inhendri Abas, S.Pd., M.M.Dt Rajo Tanbasa , Camat Salimpaung Kartoni, SH, MH Kapolsek IPTU Sudirman, Ketua BPRN M. Taufik, S.HI. beserta jajaran, pengurus KAN, perwakilan BPBD Tanah Datar, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tokoh masyarakat, alim ulama, cadiak pandai, tokoh pemuda, hingga Bundo Kanduang. serta para undangan lainnya.

​Proses Panjang Penjaringan Aspirasi
​Sekretaris Nagari Tabek Patah, Desi Indrayana, S. Sos menjelaskan bahwa pelaksanaan Musrenbang Penyusunan RKP tahun 2027 dan DU RKP tahun 2028 ini merupakan puncak dari rangkaian proses perencanaan yang transparan dan sistematis.

​"Musrenbang ini berawal dari Musyawarah Jorong, Rembuk Stunting, hingga Musyawarah Nagari (Musnag). Hasilnya kemudian diverifikasi oleh Tim Verifikasi Kecamatan dan Nagari. Kegiatan hari ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) Nagari Tahun 2026," ujar Desi.

​Desi merinci prioritas pembangunan untuk tahun 2026/2027 fokus pada dua sektor utama:
​Bidang Sarana dan Prasarana: Pembangunan infrastruktur penunjang nagari.

​Bidang Sosial Budaya: Meliputi lima program prioritas, di antaranya pembangunan/pustaka nasional serta penyediaan ruang majelis guru.
​Pengembangan Pariwisata: Peningkatan sarana penunjang pariwisata dan pembangunan ruas Jalan X Koto.

​Wali Nagari Tabek Patah, Zulkifli, mengungkapkan tantangan anggaran yang dihadapi nagari. Pada tahun 2024, efisiensi anggaran sempat dilakukan untuk menutupi operasional mandala sebesar Rp600 juta.

​"Meskipun anggaran minim dan efisiensi harus diterapkan, alhamdulillah roda pembangunan di Nagari Tabek Patah tetap dapat kita jalankan dengan baik secara bertahap," kata Zulkifli.

​Apresiasi senada disampaikan oleh Camat Kartoni. Ia mengapresiasi kinerja Wali Nagari Zulkifli beserta jajaran yang tetap optimis serta konsisten membangun nagari walau di tengah keterbatasan anggaran. Camat juga menyampaikan terima kasih atas kepedulian Wakil Ketua DPRD Tanah Datar yang menyempatkan hadir langsung menyerap aspirasi warga.

​Kadis Parpora Tanah Datar, Inhendri Abas, S. Pd, M. M, Dt Rajo Tanbasa, menekankan pentingnya sinkronisasi program kerja antara Pemerintah Nagari dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.

​Inhendri menyoroti potensi pariwisata lokal yang mulai menanjak, salah satunya objek wisata Batu Badinding yang viral di berbagai media sosial.

​"Istano Pagaruyung mampu menyumbang pendapatan Rp6–7 miliar per tahun. Kenapa potensi wisata di Tabek Patah tidak kita tingkatkan? Batu Badinding sudah ramai dibicarakan di media sosial. Sektor ini butuh pembinaan berlanjut. Saat ini Pemkab juga mengucurkan bantuan pembangunan fasilitas sanitasi (MCK/toilet) di lokasi wisata," jelas Inhendri seraya mengajak nagari aktif berdiskusi dengan kabupaten.

​Wakil Ketua DPRD Tanah Datar, Nurhamdi Zahari Dt. I. M. Nan Bapayuang Ameh, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersyukur dan menjaga ritme pembangunan yang sudah berjalan baik.

​Ia menegaskan bahwa pengembangan kawasan tidak boleh terbatas pada sektor pariwisata semata, tetapi juga menyasar sektor pertanian, pendidikan, dan kesenian lokal.

​"Kopi Arabika khas Tabek Patah saat ini sudah booming dan dikenal luas di luar daerah. Untuk mendukung potensi ini, masterplan pengembangan Tabek Patah sudah disediakan dan tim akan berkunjung ke sini. Cita-cita kita ke depan adalah menghadirkan kendaraan khusus wisata untuk mengantar para wisatawan berkeliling menikmati keindahan Tabek Patah," pungkas Nurhamdi. (MailisJ) 

Posting Komentar

0 Komentar