Audiensi tersebut dihadiri langsung oleh Ketua LKAAM Kota Padang, Syafril Ulbi Datuak Bagindo Rajo, bersama jajaran pengurus, pengurus LKAAM kecamatan, serta perwakilan Kerapatan Adat Nagari (KAN) se-Kota Padang. Turut mendampingi Wali Kota Padang, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Padang Tarmizi Ismail dan Kepala Badan Kesbangpol Kota Padang Syahendri Barkah.
Fadly Amran menyampaikan bahwa Musda IX menjadi momentum krusial untuk memilih kepengurusan LKAAM Kota Padang periode 2026-2031. Selain membahas kesiapan Musda, pertemuan tersebut me nyoroti penguatan peran lembaga adat dalam menangani berbagai persoalan sosial seperti narkoba, LGBT, tawuran, hingga penyakit masyarakat. Hal ini dinilai sejalan dengan visi pembangunan Kota Padang yang berlandaskan agama dan budaya melalui program Sinergi Nagari.
Menurut Fadly Amran, penyamaan persepsi antara LKAAM, KAN, pemerintah, dan instansi terkait sangat penting untuk menangani persoalan sosial secara efektif dengan tetap menghormati fungsi masing-masing lembaga. Pemko Padang pun menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi kegiatan LKAAM serta mem buka ruang kolaborasi yang jelas agar niniak mamak dan tokoh adat dapat berkontribusi aktif dalam me nyukseskan agenda pembangunan daerah.
Sementara itu, Ketua LKAAM Kota Padang, Syafril Ulbi Datuak Bagindo Rajo, mengapresiasi dukungan penuh dari Pemko Padang. Ia menambahkan bahwa panitia telah melakukan persiapan matang dengan menghimpun masukan dari KAN dan LKAAM, serta berharap Musda IX mendatang melahirkan kepeng urusan yang mampu memperkuat persatuan lembaga adat, meningkatkan keterlibatan niniak mamak dalam pembangunan, dan menjalankan fungsi pembinaan anak kemenakan secara optimal (* RK)
0 Komentar