Purbaya Yudhi Sadewa resmi kehilangan kursi Menteri Keuangan setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara sebagai penggantinya. sebagai mana di kutup dari FB tangal 14 september 2026
Tak lama setelah pergantian itu, pernyataan Purbaya mengenai utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh kembali mendapat sorotan. Pengamat ekonomi Defiyan Cori menilai Purbaya terlalu spontan dan blak-blakan ketika membicarakan persoalan restrukturisasi utang proyek tersebut. Menurut Defiyan, isu sebesar Whoosh seharusnya dibahas dengan analisis yang lebih mendalam karena menyangkut struktur pembiayaan, BUMN, kerja sama dengan pihak China, hingga potensi dampaknya terhadap keuangan negara. Kritik itu muncul setelah sebelumnya Purbaya berbicara mengenai kemungkinan restrukturisasi utang Whoosh yang disebut dapat berlangsung sangat panjang.
Defiyan juga menilai penyelesaian persoalan Whoosh tidak harus langsung diarahkan ke APBN.--
Menurut nya, pemerintah masih dapat mengkaji berbagai mekanisme business-to-business,mulai dari restruk turisasi utang, perubahan kepemilikan saham, kerja sama operasi, hingga kemungkinan peran
Danantara. Namun satu hal penting perlu digarisbawahi, sampai artikel ini diterbitkan tidak ada keterang an resmi yang menyebut pernyataan Purbaya soal Whoosh menjadi alasan ia dicopot dari jabatan Menteri Keuangan. Karena itu, sorotan terhadap Whoosh dan pergantian Purbaya harus dibaca sebagai dua peristi wa yang berdekatan, bukan hubungan sebab-akibat yang sudah terbukti. Kini kursi Menkeu telah beralih ke Suahasil Nazara, sementara persoalan pembiayaan Whoosh tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus dicari jalan keluarnya.

0 Komentar