Ketua DPRD Kota Padang H.Muharlion Tampung Aspirasi Warga Komplek Graha Bungo Mas, Fokus Pembangunan Jalan Utama. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang, Muharlion, turun langsung meninjau kondisi infrastruktur sekaligus menyerap aspirasi warga di Kompleks Graha Bungo Mas, RT 05 RW 01, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, pada Sabtu (5/9/2026).
Kunjungan lapangan ini merupakan bagian dari agenda Reses I Tahun 2026 guna memastikan keluhan masyarakat mendapat tindak lanjut yang tepat.
Dalam tinjauan tersebut, Muharlion menyoroti beberapa persoalan mendesak yang dihadapi warga, mulai dari infrastruktur jalan utama yang rusak parah, ketiadaan fasilitas kesehatan dan sosial, hingga ancaman banjir musiman.
"Pada hari Sabtu sore ini kita bisa bersilaturahmi di Kompleks Graha Bungo Mas. Memang kemarin kita tampung aspirasi dari masyarakat, di sini sudah ada lebih dari 300 Kepala Keluarga (KK). Berarti lebih kurang ada 300 lebih rumah yang dihuni saat ini," kata Muharlion mengawali kunjungannya.
Terkait keluhan infrastruktur, ia mengakui bahwa kondisi jalan utama di kompleks tersebut memang membutuhkan penanganan serius. Sebagian perbaikan telah dianggarkan dan dikerjakan pada tahun ini, namun penyelesaiannya harus dilakukan secara bertahap.
"Usulan mereka adalah pembangunan jalan. Kemarin di 2026 memang sudah kita realisasikan sebagian, dan hari ini kita lihat langsung di lapangan kondisinya memang sangat memprihatinkan. Mungkin jalan utama ini di 2027 kita bisa selesaikan secara bertahap untuk proses pembangunan yang telah dilaksanakan," tambahnya.
Selain masalah jalan, Muharlion juga menyoroti tidak adanya fasilitas umum seperti Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan balai warga. Mengingat demografi warga yang didominasi oleh pasangan usia produktif dengan banyak balita, fasilitas ini dinilai sangat krusial. Selama ini, warga terpaksa harus keluar kompleks untuk mengakses layanan Posyandu.
"Jadi harapan mereka punya posyandu di sini. Termasuk gedung untuk posyandu juga belum ada, tempat fasilitas untuk berkumpul seperti pos pemuda atau balai warga ini belum ada, itu aspirasi mereka," ujarnya.
Lebih jauh, politisi PKS ini juga merespons keluhan warga mengenai masalah banjir yang kerap melanda kawasan Bungo Pasang, khususnya yang bersumber dari luapan Sungai Tarung saat hujan lebat turun. Ia menekankan perlunya sistem pengendalian banjir yang terintegrasi hingga ke kawasan Linggar Jati.
"Selain itu, yang sangat dirasakan di sini adalah masalah banjir. Jika sudah hujan lebat, rata-rata daerah Bungo Pasang, aliran Sungai Tarung ini umumnya banjir. Maka memang pengendalian banjir secara keseluruhan harus ada alirannya sampai ke Linggar Jati," jelas Muharlion.
Untuk mengatasi persoalan tata air tersebut, Muharlion berjanji akan menjalin koordinasi dengan pihak berwenang di tingkat provinsi dan pusat, mengingat penanganan sungai lintas kawasan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
"Persoalan ini kita coba nanti diskusikan dengan Balai Wilayah Sungai, ini kan bukannya tanggung jawab kota saja. Nanti kita coba carikan solusi untuk persoalan yang ada di sini. Mudah-mudahan nanti dukungan dari semua pihak, lahan juga tersedia dan bisa dikonsolidasi sehingga progresnya berjalan dengan baik," pungkasnya.Di sisi lain, Ketua RT setempat menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kepedulian Ketua DPRD Kota Padang yang telah merespons cepat keluhan warga.
"Kami menyampaikan terima kasih banyak kepada Ketua DPRD Kota Padang, Bapak H. Muharlion. Harapan kami, ibaratnya beliau sudah mengasih permulaan bagi kami, jalan utama itu sekitar seratusan meter sudah dikerjakan, dan harapannya mungkin dapat diselesaikan di tahun depan setidaknya. Kami ingin jalan utama ini dapat kami lalui tanpa ada kendala, karena banyak kerusakan motor dan mobil di sini, jadi itu harapan utama kami," ungkap perwakilan warga tersebut.
Dengan bergulirnya masa Reses I ini, DPRD Kota Padang berharap seluruh aspirasi yang dihimpun dari masyarakat dapat segera diakomodasi dan masuk dalam prioritas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun berikutnya.
Sedangkan Reses wakil Ketua DPRD Mastilizal Aye dengan dengan meangkul Insan Sepak Bola- Bangkitkan Prestasi DaerahKebangkitan sepak bola Kota Padang tidak boleh sekadar menjadi wacana musiman. Lebih dari sekadar mengejar kemenangan di atas lapangan hijau, fondasi pembinaan yang kuat mutlak diperlukan agar kelak lahir generasi pesepak bola tangguh yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.
Semangat pembenahan ekosistem olahraga tersebut mengemuka kuat dalam kegiatan reses masa sidang I tahun 2026/2027 yang digelar oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota= Padang , Mastilizal Aye, S.H. Agenda ini secara khusus didedikasikan untuk menjemput aspirasi insan sepak bola, mulai dari pengelola Sekolah Sepak Bola (SSB), atlet, pelatih, hingga jajaran ofisial se-Kota Padang.
Kegiatan strategis yang berlangsung di Ballroom Palanta Wali Kota Padang, Jalan A. Yani, pada Sabtu (5/9/2026) tersebut, menjadi ruang interaktif bertemunya para pelaku sepak bola dengan wakil rakyat. Forum ini tidak hanya sebatas ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah komprehensif untuk membicarakan berbagai persoalan mendasar sekaligus merumuskan jalan keluar demi kemajuan persepakbolaan Kota Padang.
Mastilizal Aye menegaskan bahwa reses tidak hanya menjadi agenda formal anggota dewan untuk bertemu konstituennya. Lebih dari itu, agenda ini merupakan momentum berharga untuk mendengar secara langsung kebutuhan sarana, prasarana, dan dinamika riil yang dihadapi para pelaku olahraga, khususnya pecinta si kulit bundar.
Menurutnya, olahraga sepak bola memiliki daya dorong yang sangat besar dalam membentuk karakter generasi muda, sekaligus menjadi instrumen efektif untuk mengarahkan mereka pada kegiatan sosial yang positif dan terarah.
"Sepak bola bukan hanya soal menang dan kalah. Di dalamnya ada pembinaan karakter, disiplin, kerja sama dan semangat pantang menyerah. Ini juga menjadi salah satu cara kita mengatasi kenakalan remaja," tegas Aye saat memberikan arahan.
Ia menilai, potensi pesepak bola muda yang ada di Kota Padang sesungguhnya sangat besar dan melimpah. Oleh karena itu, potensi emas tersebut harus dirawat melalui sistem pembinaan yang berkelanjutan, alokasi dukungan yang nyata terhadap SSB, peningkatan lisensi dan kualitas pelatih, serta jaminan masa depan bagi para atlet muda.
"Kita ingin sepak bola Padang kembali berjaya. Untuk itu, semua harus duduk bersama. SSB, atlet, pelatih, official dan pemerintah harus memiliki tekad yang sama. Kalau kita bersatu, insyaallah prestasi akan mengikuti," ujarnya memberikan motivasi kepada para hadirin.
Antusiasme tinggi terlihat dari hadirnya puluhan pengelola SSB, atlet, pelatih, dan ofisial sepak bola se-Kota Padang dalam forum tersebut. Kehadiran mereka menjadi representasi bahwa denyut nadi sepak bola di ibu kota Provinsi Sumatera Barat ini masih sangat kuat, namun sangat membutuhkan ruang pembinaan yang lebih terstruktur, serius, dan berkesinambungan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Padang, Eka Putra Buhari, turut hadir dan memberikan pandangan strategisnya terkait arah pengembangan olahraga prestasi, khususnya sepak bola di Kota Padang.
IPertemuan tatap muka ini pada akhirnya diharapkan tidak terhenti sebatas forum penyerapan aspirasi semata. Lebih jauh, reses ini diharapkan menjadi titik tolak untuk menyatukan visi, menyinkronkan langkah, dan membangun ekosistem sepak bola Kota Padang yang jauh lebih kokoh dan profesional.
Dengan tata kelola yang baik, diyakini bahwa dari lapangan sederhana tempat anak-anak menendang bola hari ini, kelak akan lahir figur pemain besar yang siap mengibarkan panji kebesaran Kota Padang di pentas dunia
Sedangkan Wakil Ketua DPRD Padang Osman Ayub Reses di Nanggalo, Tampung Keluhan Warga Soal Drainase dan Dana Hibah.Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Osman Ayub, sukses menggelar kegiatan reses masa sidang I Tahun 2026 yang dipusatkan di Banang Cafe, Kecamatan Nanggalo. Masa reses kembali dimanfaatkan sebagai ruang dialog interaktif untuk menyerap langsung keluhan masyarakat di tingkat akar rumput. Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Osman Ayub, sukses menggelar kegiatan reses masa sidang I Tahun 2026 yang dipusatk an di Banang Cafe, Kecamatan Nanggalo, pada 2 hingga 5 September 2026.
Pertemuan yang dihadiri oleh puluhan warga tersebut berlangsung hangat dan produktif. Warga secara bergantian memanfaatkan momentum bertatap muka langsung dengan wakil rakyat untuk menyampai kan berbagai persoalan krusial yang tengah dihadapi di lingkungan tempat tinggal mereka.
Berdasarkan aspirasi yang dihimpun selama kegiatan berlangsung, terdapat dua isu utama yang paling mendominasi dan menjadi sorotan tajam masyarakat. Isu pertama berkaitan dengan kerumitan tata cara pengurusan dana hibah, sementara isu kedua menyangkut kerusakan infrastruktur drainase atau riol akibat hantaman bencana alam beberapa waktu lalu.
Terkait persoalan dana hibah, warga mengaku masih mengalami kebingungan dalam memahami prosedur pengajuan proposal. Banyaknya variasi mata anggaran serta skema pembagian hibah yang beragam dari pemerintah daerah membuat para pengurus organisasi kemasyarakatan, pengurus tempat ibadah, hingga kelompok warga kerap menemui kendala administratif yang pelik. Masyarakat berharap adanya penyederhanaan alur serta pendampingan yang lebih intensif agar bantuan tersebut dapat diakses secara tepat sasaran tanpa terbentur regulasi yang membingungkan.
Sementara itu, sektor infrastruktur pascabencana juga mendesak untuk segera mendapatkan perhatian serius. Warga mendesak agar pemerintah kota bersama pihak legislatif segera merealisasikan perbaikan riol yang rusak parah. Kondisi saluran drainase yang tersumbat dan hancur dikhawatirkan menjadi pemicu utama datangnya banjir susulan jika tidak ditangani melalui langkah mitigasi cepat
.
Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Osman Ayub, menegaskan komitmen penuhnya untuk mengawal seluruh aspirasi warga hingga masuk ke dalam meja pembahasan anggaran di tingkat legislatif bersama Pemerintah Kota Padang. Menurutnya, pemenuhan infrastruktur dasar dan kemudahan layanan publik merupakan prioritas utama yang harus diselesaikan demi kesejahteraan masyarakat.
"Kami akan mengawal seluruh aspirasi ini hingga ke tingkat pembahasan anggaran, terutama terkait per baikan infrastruktur drainase yang mendesak serta kejelasan mekanisme dana hibah bagi masyaraka t," ujar Osman Ayub saat menanggapi keluhan warga.
Politisi senior dari Partai Nasdem ini juga berjanji akan segera membangun koordinasi lintas sektoral dengan dinas-dinas teknis terkait. Langkah ini diambil agar perbaikan drainase pascabencana dapat dimasukkan ke dalam skala prioritas penanganan cepat, sekaligus mendesak Organisasi Perangkat Daerah agar memberikan sosialisasi yang transparan terkait mekanisme dana hibah.
Wakil Ketua DPRD Padang Jupri Tampung Aspirasi Warga di Gurun Laweh, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang, Jupri, kembali membuktikan komitmennya dalam mengawal suara rakyat. Memasuki masa sidang I tahun 2026, pimpinan lembaga legislatif tersebut turun langsung menjemput bola guna menyerap aspirasi warga di Kelurahan Gurun Laweh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, pada Jumat (4/9/2026) siang.
Agenda reses yang diselenggarakan di Musala Nurul Zikilah ini bukan sekadar formalitas kedewanan, melainkan menjadi momentum krusial bagi Jupri untuk berdialog secara tatap muka dengan konstituen nya. Berbagai keluhan, masukan, serta kebutuhan esensial warga dihimpun secara komprehensif untuk selanjutnya diperjuangkan di kursi parlemen tingkat kota.
Antusiasme masyarakat dalam agenda wakil rakyat ini terbilang sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya berbagai elemen penting kemasyarakatan. Turut hadir dalam forum tersebut Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Lubuk Begalung Liswin yang mewakili camat setempat, Lurah Gurun Laweh Vebrinanda, serta Ketua Majelis Taklim Gurun Laweh Hj. Farida.
Tidak hanya dari unsur pemerintahan, tokoh pemuda, barisan Bundo Kanduang, Karang Taruna, tokoh adat niniak mamak, hingga jajaran pengurus Musala Nurul Zikilah selaku tuan rumah, juga tampak proaktif menyampaikan ragam usulan pembangunan daerah.
Di hadapan ratusan warga yang hadir, Jupri menegaskan bahwa masa reses merupakan kewajiban kon stitusional setiap anggota DPRD untuk kembali ke daerah pemilihan (dapil) dan melebur bersama- masyarakat di tingkat akar rumput.
Menurutnya, ruang diskusi terbuka seperti ini menjadi medium paling efektif bagi warga untuk menyuar akan problematika sosial maupun infrastruktur yang mungkin belum tersentuh oleh program pemerintah daerah. Seluruh aspirasi yang telah ditampung nantinya akan diklasifikasikan, dievaluasi, dan diusulkan untuk disinergikan dengan program pembangunan Kota Padang.
"Reses ini adalah kesempatan kita untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Setiap aspirasi yang disampaikan akan kami catat dan menjadi bahan untuk diperjuangkan sesuaidengan kewenangan dan kemampuan anggaran daerah," ujar Jupri.
Lebih lanjut, Jupri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat semangat gotong royong, menjaga komunikasi yang baik, serta bahu-membahu dalam mengawal setiap fase pembangunan di Ke lurahan Gurun Laweh Nan XX. Ia meyakini,t anpa adanya partisipasi aktif dan dukungan dari masya- rakat, roda pembangunan tidak akan berjalan maksimal dan tepat sasaran.
Tingginya tingkat partisipasi dari berbagai unsur masyarakat dalam reses kali ini menjadi sinyal positif hidupnya iklim partisipasi publik di tingkat kelurahan. Kolaborasi apik antara pemerintah kelurahan, tokoh agama, pemuda, dan organisasi kemasyarakatan diharapkan mampu menjadi fondasi sosial yang kuat.
Melalui silaturahmi politik sekaligus forum serap aspirasi ini, Jupri menaruh harapan besar agar jembat an komunikasi antara masyarakat dan DPRD Kota Padang semakin kokoh. Ia pun menegaskan komit men penuhnya untuk memastikan suara warga Gurun Laweh Nan XX tidak hanya sekadar didengar, tetapi diupayakan menjadi wujud kebijakan dan pembangunan nyata pada masa mendatang.
0 Komentar