Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Kabupaten Tanah Datar sukses menggelar seri diskusi perdana dengan mengusung tema “Revolusi Jurnalis: Kembali Kepada Kebenaran”.
Kegiatan ini melahirkan sejumlah poin krusial demi memperkuat keterbukaan informasi publik, meningkatkan literasi masyarakat, serta menegaskan kembali peran strategis jurnalis di tengah arus digitalisasi informasiinformasi, Kamis (24/9/2026)
Ketua PJKIP Tanah Datar, Rezki Aryendi, dalam keterangannya menyampaikan bahwa diskusi tersebut menjadi wadah strategis untuk menyamakan pandangan sekaligus memperkuat komitmen organisasi dalam mengemban fungsi sosial di tengah masyarakat.
Poin Penting Hasil Diskusi PJKIP Tanah Datar
Pilar Keterbukaan Informasi: PJKIP berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mengawal keterbukaan informasi di Kabupaten Tanah Datar guna memastikan masyarakat mendapatkan akses informasi yang valid, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Benteng Penangkal Hoaks: Organisasi ini siap mengambil peran aktif dalam memerangi penyebaran berita bohong (hoaks) agar tidak dikonsumsi secara mentah oleh publik, sekaligus meningkatkan kemampuan literasi masyarakat dalam memilah informasi.
Edukasi Badan Publik: PJKIP berencana memperluas program edukasi ke berbagai badan publik—mulai dari tingkat pemerintahan nagari, sekolah, hingga lembaga lainnya—agar keterbukaan informasi tidak sekadar menjadi formalitas administratif, melainkan bentuk pelayanan prima kepada masyarakat.
Menjaga Independensi dan Kritik Sehat: PJKIP menegaskan komitmennya untuk tetap independen dan menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif melalui kritik yang berbasis data, fakta, solutif, serta berorientasi pada kepentingan publik.
Menuju Tata Kelola Informasi yang Transparan
Rezki menambahkan, terbangunnya pemahaman yang komprehensif antara masyarakat dan badan publik akan melahirkan tata kelola informasi yang transparan serta meminimalisir potensi kesalahpahaman di ruang publik.
Melalui penyelenggaraan diskusi ini, PJKIP Tanah Datar berharap dapat menjadikannya sebagai agenda berkelanjutan untuk merespons berbagai dinamika jurnalistik, literasi digital, serta kebutuhan masyarakat yang kian kompleks.
"Diskusi ini adalah awal. Kita ingin terus berdiskusi, belajar, dan bergerak bersama. Karena tantangan informasi semakin besar, maka kapasitas jurnalis dan masyarakat dalam memahami informasi juga harus semakin kuat," tutup Rezki. (MJ)

0 Komentar