Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria Imbau Warga Padang Kurangi Aktivitas Luar Ruangan Di Tengah Kabut Asap

Realitakini.com-Padang 
Kondisi kualitas udara di Kota Padang yang menurun akibat kabut asap mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nanda Satria. Ia mengimbau masyarakat untuk meningkat kan kewas padaan dan menjaga kesehatan selama kondisi udara belum kembali normal.

Nanda Satria mengatakan, kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Padang diduga kuat merupakan dampak asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah- provinsi tetangga. Kondisi tersebut menyebabkan kualitas udara di Padang ikut terdampak.

“Kita harus melihat kondisi ini sebagai persoalan kesehatan masyarakat. Ketika kualitas udara menurun dan kabut asap semakin terasa, masyarakat harus mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama aktivitas yang tidak terlalu mendesak,” ujar Nanda Satria.

Ia meminta masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki sensitivitas terhadap kualitas udara, untuk lebih berhati-hati. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi sampai kondisi udara membaik. Selain membatasi aktivitas di luar rumah, Nanda juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat, bergizi, serta mencukupi kebutuhan cairan.

“Di tengah kondisi seperti ini, menjaga kesehatan sangat penting. Konsumsi makanan bergizi dan sehat, cukup minum, serta istirahat yang cukup. Jangan sampai kondisi udara yang buruk kemudian menimbul kan masalah kesehatan baru,” katanya. kamis tanggal 3 september 2025

Dorong WFH bagi ASN Pemprov SumbarUntuk mengurangi paparan masyarakat terhadap udara yang tidak sehat, Nanda Satria juga meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mempertimbangkan pe nerapan Work From Home (WFH) bagi pegawai di lingkungan Pemprov Sumbar apabila kondisi kualitas udara terus memburuk
.
Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menjadi salah satu langkah mitigasi sementara sekaligus meng urangi mobilitas masyarakat di tengah kondisi kabut asap.

“Kita meminta Pemprov mempertimbangkan WFH bagi pegawai jika kondisi udara memang sudahtidak sehat. Ini bukan soal mengurangi pelayanan publik, tetapi bagian dari upaya melindungi kesehatan pe gawai dan masyarakat,” tegasnya.

Sekolah Diminta Pertimbangkan Pembelajaran DaringNanda Satria juga meminta pemerintah melalui instansi terkait mempertimbangkan pelaksanaan pembelajaran secara daring apabila kualitas udara di Padang dan daerah terdampak berada pada kondisi yang tidak aman bagi aktivitas anak-anak di luar ruangan.

“Anak-anak harus menjadi perhatian utama. Jika kondisi udara tidak memungkinkan untuk kegiatan be lajar di sekolah, maka pembelajaran daring dapat menjadi alternatif sementara sampai kualitas udara kembali membaik,” ujarnya.

Ia menegaskan, langkah tersebut harus dilakukan berdasarkan pemantauan kualitas udara dankoordinasi pemerintah daerah bersama instansi terkait.Nanda berharap pemerintah terus melakukan pe mantauan kualitas udara secara berkala serta mengambil langkah cepat apabila kondisi semakin memburuk.

“Yang paling penting sekarang adalah keselamatan dan kesehatan masyarakat. Kita berharap kondisi kabut asap ini segera berlalu dan kualitas udara di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, kembali normal,”. Nanda Satria juga menyampaikan untuk pemerintah kabupaten/kota di Sumbar yang terkena dampak kabut asap juga melaksanakan hal tersebut. Tutup Nanda

Posting Komentar

0 Komentar