81 Tahun Sumbar, Mahyeldi: Pertumbuhan Ekonomi Harus Berjalan Seiring Dengan Ketangguhan Bencana

Realitakini.com-Padang
Memasuki usia ke-81 pada 1 Oktober 2026, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencatat sejumlah perkembangan positif di tengah tantangan pembangunan yang tidak ringan. Pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan dan pengangguran, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta penguatan tata kelola menjadi bagian dari capaian pembangunan yang terus dijaga Pemerintah Provinsi Sumbar.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan, capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk memperkuat pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pertumbuh an ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari angka, tetapi harus mampu membuka ruang yang lebih besar bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Kita terus berupaya membangun perekonomian Sumbar yang kuat, sehingga masyarakat dapat merasa kan dampaknya dari pertumbuhan ekonomi tersebut,” ujar Mahyeldi di Padang, Kamis (1/10/2026)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Sumbar pada triwulan II 2026 tumbuh 4,54 persen secara tahunan. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Sumbar pada semester I 2026 mencapai 4,77 persen. Pertumbuhan triwulan II tersebut juga lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat 3,70 persen.

Dari sisi kesejahteraan, jumlah penduduk miskin Sumbar pada Maret 2026 tercatat 311,14 ribu orang atau 5,27 persen, turun dibandingkan September 2025. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2026 juga turun menjadi 5,51 persen, sementara jumlah penduduk bekerja mencapai 3,06 juta orang atau meningkat sekitar 85,75 ribu orang dibandingkan Februari 2025.

Perkembangan positif juga terlihat pada pembangunan manusia. IPM Sumbar tahun 2025 mencapai- 77,27, meningkat dari 76,43 pada tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut mencerminkan perkembang an pada dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup masyarakat.

Namun, Mahyeldi menegaskan bahwa pembangunan Sumbar juga harus memperhitungkan karakteristik daerah yang memiliki risiko bencana tinggi. Pengalaman bencana hidrometeorologi yang melanda se jumlah wilayah Sumbar pada penghujung 2025 menjadi pelajaran penting bahwa pembangunanekonomi dan ketangguhan bencana harus berjalan beriringan.

“Sumbar harus terus menjadi daerah yang responsif dalam menghadapi bencana. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah pusat, serta seluruh lembaga terkait terus kita per kuat,” katanya.

Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui penguatan sistem penanggulangan bencana, penyusunan standar operasional prosedur pada sejumlah klaster kebencanaan, penguatan koordinasi lintas sektor, serta pemanfaatan teknologi dalam pemantauan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Menurut Mahyeldi, ketangguhan daerah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan melakukan evakuasi dan penanganan pada saat bencana terjadi. Lebih dari itu, pemerintah harus memastikan masyarakat dapat segera memulihkan kehidupannya, aktivitas ekonomi tetap berjalan, dan risiko bencana pada masa mendatang dapat dikurangi.

Di bidang tata kelola, Pemprov Sumbar pada 2026 kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecuali an (WTP) dari BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025. Capaian tersebut menjadi WTP ke-14 secara berturut-turut dan menjadi bagian dari upaya menjaga transparansi serta akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Sumbar juga terus memperkuat pengembangan ekonomi syariah. Pada Anugerah Adinata Syariah 2026, Sumbar meraih sejumlah capaian nasional, antara lain peringkat kedua kategori Rencana Aksi Daerah, peringkat kelima kategori Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah, serta peringkat keempat kategori Inklusi Keuangan Syariah di Lingkungan Pemerintah Provinsi.

Memasuki usia 81 tahun, Mahyeldi mengatakan pembangunan Sumbar ke depan perlu semakin diarah kan pada penguatan sektor-sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan keseja hteraan masyarakat, seperti pertanian, UMKM, pariwisata, industri pengolahan, ekonomi kreatif, dan perdagangan.

“Memaknai nilai perjuangan masa lalu harus kita terjemahkan dalam peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi, perlindungan lingkungan, serta percepatan transformasi digital,” ujarnya.

Mahyeldi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden dan Wakil Presiden RI, para tokoh, para pejuang masa lalu dan masa kini, serta generasi muda yang terus berkontribusi menjaga nama baik Sumatera Barat di tingkat nasional maupun global.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden RI, Wakil Presiden RI, seluruh tokoh, para pejuang masa lalu dan sekarang, serta generasi muda yang selalu berjuang dan bangga atas keberadaan Sumatera Barat di pen tas nasional dan global, baik yang berada di rantau maupun di Ranah Minang,” ungkapnya.

Ia berharap Hari Jadi Sumbar ke-81 tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan se jarah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi capaian pembangunan dan memperkuat langkah ke depan.

“Usia 81 tahun harus menjadi momentum untuk terus bergerak maju. Kita ingin ekonomi masyarakat semakin kuat, kualitas sumber daya manusia meningkat, pelayanan publik semakin baik, dan Sumbar semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan,” pungkasnya. (adpsb)

Posting Komentar

0 Komentar