Ketua DPRD Kota Blitar dr Syahrul Alim hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober, diselenggarakan oleh pemerintah kota Blitar, bertempat dihalaman Kantor Walikota Blitar, Kamis (01/10/2026)
Peringatan tahun ini dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” Ketua DPRD Kota Blitar dipercaya membacakan teks ikrar.
“Hari kesaktian Pancasila itu tidak terlepas dari gejolak pemberontakan kudeta PKI. Jadi generasi muda kita sekarang sudah banyak yang terlupakan,”kata Syahrul pada awak media.
Lebih lanjut Syahrul menjelaskan dengan kegiatan kegiatan upacara dan lain sebagainya bisa mengingat betapa kejamnya waktu itu PKI, mungkin saling bunuh,membunuh para ulama dan umarok juga
Termasuk ketika kejadian G30S PKI, sejarah-sejarah itu bisa di ungkit kembali diberikan bekal kepada anak didik supaya tahu itu semuanya, bahwa kita pernah bersinggungan berkelai di internal dalam negeri sendiri.
“Kita harapkan generasi muda bisa tahu dari pelajaran pelajaran sejarah yang ada, betapa Indonesia ini memang tidak pas ketika memilih ideologi komunis itu,mari kita pertahankan Pancasila, Pancasila yang harus kita ikuti untuk kemajuan Bangsa Indonesia ini dan untuk seterusnya menjadi ideologi kita,”tandasnya.
Menurut Syahrul mulai dari TK, SD dan seterusnya sudah harus banyak dikenalkan dengan nilai-nilai sejarah kemerdekaan bangsa, nilai-nilai sejarah bagaimana lahirnya Pancasila. Yang kebetulan banyak digali oleh para senior dari Kota Blitar, juga perjuangan-perjuangan dari Jenderal Supriyadi, BungKarno dan masih banyak lagi yang lainnya.
Yang notabenya itu adalah boleh dibilang orang-orang yang dari Kota Blitar. Untuk itu peninggalan peninggalan seperti Museum Potlot dan lain sebagainya sudah harus diperkenalkan sejak awal TK SD dan lain sebagainya.
Ia minta Dinas Pendidikan membuat suatu agenda untuk edukasi anak mulai TK SD dan seterusnya, di awali berkunjung atau ziarah ke makam-makam pahlawan di Kota Blitar ada makam Bung Karno, Mus eum Potlot dan makan gantung juga ada tokohnya kaitannya dengan Ibu Kartini juga.
“Sehingga hal-hal semacam itu harus dimulai sejak awal supaya para penerus bangsa ini paham akan perjuangan para pahlawan,”ungkapnya.
Terakhir, Syahrul Alim mengajak masyarakat kedepan mari dijaga khususnya Kota Blitar ini bersama-sama para penerus, para pemuda jangan terkecoh dengan situasi saat ini, waspadalah dengan pola-pola di medsos seperti berita-berita yang kurang valid, hoax dan lain sebagainya
harus benar-benar dicermati.
“Mari kita isi kemerdekaan, kita isi peringatan-peringatan hari besar nasional ini untuk kemajuan kota kita,”pungkasnya. (adv/ edy)

0 Komentar