Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui Dinas Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (KUKMP) menggelar konferensi pers guna memaparkan transparansi Realisasi Dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 sekaligus Program Pemulihan Ekonomi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pascabencana.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna UPT SMPN 2 Batipuh Selatan, Senin (19/10/2026).
Konferensi pers dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinas Kominfo Tanah Datar, Efrison, dari Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (KUKMP) Kabupaten Tanah Datar, yakni Sekretaris Dinas KUKMP Busnika Hamdi, S.T., M.T., serta Kabid Koperasi dan Usaha Mikro, Doni, S.E.
Realisasi Dana TKD Capai 39,51 Persen
Dalam keterangannya, Sekretaris Dinas Kominfo Tanah Datar, Efrison, menyampaikan pemaparan capaian penggunaan dana TKD TA 2026 sebagai bentuk keterbukaan informasi publik kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, dari total Pagu Anggaran TKD sebesar Rp126.873.525.000,-, realisasi keuangan yang telah terserap hingga saat ini mencapai Rp50.130.538.000,- atau sekitar 39,51 persen, dengan capaian fisik sebesar 42,34 persen.
Alokasikan Rp765 Juta untuk Pemulihan 148 UMKM Terdampak Bencana
Sementara itu, Sekretaris Dinas KUKMP Tanah Datar, Busnika Hamdi, memaparkan langkah konkret pemerintah daerah dalam membangkitkan roda perekonomian masyarakat pascabencana. Pihaknya mengalokasikan pagu anggaran TKD sebesar Rp765.000.000,- khusus untuk sub-kegiatan Pemberdayaan Kelembagaan Potensi dan Pengembangan Usaha Mikro.
Program revitalisasi ini difokuskan kepada 148 UMKM yang terdampak bencana alam banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang yang melanda 5 kecamatan dan 9 nagari di Kabupaten Tanah Datar pada November 2025 lalu.
Adapun rincian sebaran UMKM penerima manfaat meliputi:
Kecamatan Batipuah Selatan (121 UMKM): Nagari Batu Taba (33), Nagari Guguak Malalo (45), Nagari Padang Laweh Malalo (9), dan Nagari Sumpur (34).
Kecamatan Batipuh (4 UMKM): Nagari Batipuah Ateh (1) dan Nagari Bungo Tanjuang (3).
Kecamatan Pariangan (1 UMKM): Nagari Pariangan (1).
Kecamatan Rambatan (6 UMKM): Nagari III Koto (6).
Kecamatan X Koto (16 UMKM): Nagari Singgalang (16).
Bantuan disalurkan melalui dua fokus utama, yakni peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan penyediaan sarana pendukung produksi:
1. Peningkatan SDM Melalui 3 Paket Pelatihan
Peningkatan Kualitas & Nilai Tambah Produk: Pembekalan mutu, diversifikasi, inovasi, serta penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan (terlaksana pada 5–6 Agustus 2026).
Digitalisasi Pemasaran Produk UMKM: Pelatihan optimalisasi media sosial, pemanfaatan marketplace, serta pembuatan konten promosi dan foto produk (berlangsung pada 19–20 Oktober 2026).
Peningkatan Kualitas Kemasan, Label, & Paper Bag: Pelatihan desain kemasan fungsional, penyusunan label standar, dan penggunaan paper bag (dijadwalkan pada 22–23 Oktober 2026).
2. Bantuan Peralatan Produksi Sederhana (Pagu Rp466 Juta)
Dinas KUKMP juga menyalurkan bantuan fisik peralatan produksi sederhana sebesar Rp466.000.000,- yang terbagi dalam dua paket untuk 148 UMKM:
Paket 1: Peralatan non-elektronik (seperti wajan, panci, dan alat masak pendukung).
Paket 2: Peralatan elektronik (seperti mixer, blender, dan sarana produksi lainnya).
"Saat ini proses pengadaan peralatan sudah masuk tahap penyelesaian dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada minggu keempat Oktober 2026. Selain itu, kami juga menyiapkan bantuan bahan kemasan, label, dan paper bag bagi 100 UMKM di sektor kuliner," ujar Busnika.
Sinergi Lintas Sektor Bersama Bank Indonesia dan Kementerian UMKM
Selain mengandalkan dana TKD daerah, pemulihan UMKM di Tanah Datar turut mendapat sokongan kuat dari Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat dan Kementerian UMKM RI:
A. Program DAUN Bangkit Bank Indonesia
Melalui program "Dari Nagari untuk Negeri (DAUN) Bangkit", BI menggelar Bimbingan Teknis Sinergi Kebangkitan UMKM kepada 108 UMKM terdampak pada 20–21 Januari 2026 di Aula SMPN 2 Batipuh, Nagari Padang Laweh Malalo.
B. Program Rehabilitasi Kementerian UMKM RI
Program Pulih Mental:
Pelaksanaan Trauma Healing bagi 100 pelaku UMKM di Nagari Guguak Malalo dan Nagari Sumpur.
Penyerahan bantuan sarana usaha berupa 1 unit kompor gas beserta tabung LPG 3 kg untuk 100 UMKM pada 9 Februari 2026.
Program Pulih Usaha:
Banpres Rehabilitasi UMKM: Kabupaten Tanah Datar memperoleh kuota alokasi 2.377 usaha mikro. Berdasarkan SK Bupati Nomor: 100.3.3.2/428/DKUKMP-2026 tertanggal 18 September 2026, Pemkab telah mengusulkan sebanyak 2.787 usaha mikro calon penerima.
Pemberdayaan Berkelanjutan: Dilaksanakan secara bertahap sejak 30 September 2026, mencakup peningkatan kapasitas produksi (33 UMKM), akses pembiayaan (29 UMKM), kapasitas pemasaran (38 UMKM), workshop Landing Page "Sumatera Bangkit Bersama" (30 UMKM), dan pendampingan rantai pasok (30 UMKM).
Klinik UMKM Bangkit: Layanan sosialisasi, pendampingan, hingga pembuatan toko digital yang bekerja sama dengan Dinas Koperasi UKM Provinsi Sumbar selama empat bulan (September–Desember 2026).
Melalui kolaborasi dan sinergi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar optimistis para pelaku UMKM terdampak bencana dapat kembali bangkit, mandiri, serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (Mailis J)

0 Komentar