Advokat LBH Fiat Justitia serahkan buku kepada Rektor UIN Batusangkar



Penyerahan Buku Autobiografi oleh Mustafa Akmal Dt Sidi Ali, SH, MH kepada Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar 


Realitakini.com TANAH DATAR 
Advokat LBH Fiat Justitia Batusangkar, Mustafa Akmal Datuk Sidi Ali, S.H., M.H., menyerahkan buku autobiografinya yang berjudul "Memoar Wartawan, PNS, Dosen, Aktivis dan Advokat" kepada Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D.

​Penyerahan karya literatur tersebut berlangsung hangat di ruang kerja Rektor, Kampus II UIN Mahmud Yunus Batusangkar, dengan didampingi Humas UIN, Doni R.

​Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, menyampaikan apresiasi tinggi atas penyerahan buku autobiografi tersebut. Ia menilai karya ini sangat luar biasa karena memuat rekam jejak panjang serta berbagai sisi pengabdian Mustafa Akmal bagi masyarakat.

​Dalam kesempatan itu, Prof. Delmus mengaku baru mengetahui bahwa Mustafa Akmal ternyata pernah mengabdikan diri sebagai pengajar di Fakultas Tarbiyah IAIN—cikal bakal UIN Mahmud Yunus Batusangkar saat ini—di masa kepemimpinan Dekan Dr. Arpinus.

​"Ini menjadi catatan sejarah tersendiri yang sangat bernilai. Buku ini bukan hanya jejak pribadi, tetapi juga merekam bagian penting dari perjalanan institusi kami," ujar Rektor.

​Sementara itu, Mustafa Akmal Datuk Sidi Ali menjelaskan bahwa penulisan memoar ini merupakan ikhtiar mendokumentasikan perjalanan hidup dan kariernya lintas profesi. Mulai dari kiprah sebagai wartawan muda, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dosen, aktivis organisasi kepemudaan, hingga menjalani profesi advokat saat ini.

​"Buku ini disajikan bukan sekadar mengisahkan perjalanan pribadi, melainkan untuk merekam jejak pengabdian. Saya berharap catatan sejarah ini dapat menjadi sumber inspirasi, referensi, serta pembelajaran bagi generasi muda dan kalangan akademisi," ungkap Mustafa Akmal.

​Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, momentum penyerahan buku ini juga menjadi wujud nyata sinergi dalam mempererat hubungan antara insan pers dan dunia akademik, sekaligus memperkuat budaya literasi. Melalui dokumentasi perjalanan hidup yang ditulis secara sistematis, nilai-nilai perjuangan dan pengetahuan dapat diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi penerus.(MailisJ) 

Posting Komentar

0 Komentar