--> HEBOH! Harga TBS Sawit Bengkulu Selatan Anjlok, Petani Meradang, "Kami Dirugikan!" - Realita Kini

 Buah sawit yang harganya  yang terjun bebes ( Poto wandi)
Realitakini.com-Bengkulu Selatan 
Petani sawit di Bengkulu Selatan menjerit. Harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani terjun bebas dan jauh di bawah standar Pemprov Bengkulu.

Seorang wakil rakyat yang juga petani sawit mandiri Yaumil Hajil Akbar, angkat suara keras dan men desak Dinas terkait segera bertindak tegas. Caranya, panggil semua perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi di Bengkulu Selatan sekarang juga.

"Harga yang kami terima saat ini sangat jauh dari standar yang ditetapkan pemerintah provinsi. Ada ketimpangan besar dalam penentuan harga di tingkat pabrik," tegasnya.

Ia menuding pola lama kembali terulang. Saat harga CPO dunia turun, harga di pabrik langsung anjlok drastis. Giliran harga CPO dunia naik, petani cuma kebagian remah-remah. Kenaikannya tidak terasa sama sekali.

"Pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam. Kita perlu transparansi. Jangan sampai ada permainan se pihak yang merugikan petani," sentilnya.Desakan pengawasan langsung ke lapangan juga dilontarkan. Menurutnya, Pemda tidak boleh cuma jadi penonton di tengah penderitaan petani.

"Jangan sampai hanya jadi pengamat. Sektor perkebunan ini tulang punggung ekonomi masyarakat Bengkulu Selatan," ujarnya.

Jika tidak ada langkah konkret, kerugian petani akan terus berlanjut. Tekanan kini berada di tangan Dinas terkait untuk segera memanggil PKS dan membuka terang-benderang mekanisme penetapan harga.

Sehari sebelumnya Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Selatan, Binagransya SP MM, mengatakan telah memanggil dua PKS, PT Sinar Bengkulu Selatan (SBS) dan PT Bengkulu Selatan Lestari (BSL). 

Poin penting yang ditekankan Binagransya adalah bahwa Program Sawit Rakyat (PSR) sejati yang di laksanakan di Bengkulu Selatan sejak 2019 kini sudah masuk masa produksi. Dan soal harga TBS di tingkat petani. 

Soal harga, Binagransya menyebut kedua PKS menyatakan siap bersaing dan siap menampung berapa pun jumlah buah dari petani. Namun, ia mengakui bahwa penetapan harga TBS oleh Pemprov Bengkulu sampai pertengahan 2026 ini belum sepenuhnya bisa terealisasikan di lapangan Bengkulu Selatan.

"Sudah kita panggil alasan harga dan sebagainya telah disampaikan," ujarnya. Di sisi lain, pihak PKS membuka alasan di balik fluktuasi harga TBS yang diterima petani.

Manajer PT SBS, Ahmad H. Simaremare, mengakui bahwa penurunan harga TBS saat ini tidak lepas dari kebijakan yang dilakukan presiden RI Prabowo Subianto beberapa hari lalu. Akibatnya berdampak pada pembelian TBS. 

"Ya ada dampaknya dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto," ujarnya. Ahmad juga mengakui pen urunan harga CPO yang berdampak langsung ke harga TBS. Di tingkat pabrik, harga turun sekitar Rp 270 rupiah per kilogram.

"Jadi di SBS sendiri ada penurunan harga Rp 270 rupiah per kilogram. Ini pertama kali penurunan harga yang cukup besar," pungkasnya.(wd)
 
Top