Respon Kemjuan Pendidikan Kedepan , Komisi IV DPRD Kota Pandang, Tinjau Tanah Hibah 4,5 H

Realitakini.com .Padang
Pendidikan yang merupakan tolak ukur kenajuan  suatu dari daerah. Dengan demikian  masyakat Bungus Teluk Kabung rela menghibahkan tanahnya seluas 4,5 heketar untuk dijadikan sekolah  dan lapangan bolo kaki sebagai medan nanbapanah untuk anak Nagari Bungus Teluk Kabumg.

Dengan adanya hibah tersebut , dan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya, komisi IV DPRD Kota Padang  yang membidangi kesejahteraan dan pendidikan turun lansung kelapangan Selasa (17-8-2021) meninjau tanah yang akan  dihibahkan  oleh masyarakat Bungus tersebut. Hadir dalam peninjauan tanah tersebut Ketua DPRD Syarial Kani, dari Partai Gerindra selaku Kordinator . Azwar Siri sebagai  ketua Komisi IV dari Partai Demokrat, Zal  Madi anggota komi IV dari Partai  Berkaraya , Dan Mukhlis yang juga  anggota Komisi IV dari Partai Demokrat, turut didampingi Camat Bungus Teluk Kabung, Harnol serta sekretariat DPRD Kota Padang

Juga turut Hadir Kasubag DPRD  Kota Padang Suzi Helda S,I .Kom, dan beberapa staf DPRD Kota Padang yang lain.  kunjugan ini juga di ikuti dua orang wartawan dan satu wartawati .

Ketika diwawancarai di lanpangan Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani  mengatakan,” kunjungan lapangan bersama Komisi IV adalah sebagai bentuk  respon DPRD Kota Padang terhadap harapan masyarakat di daerah Bungus ,yang berkeinginan pemerintah bisa dibangun SMK disini.ujar Syafiarl Kami. Namun, kedepannya kita akan serahkan kepada gubernur, karena untuk sekolah SMK merupakan kewenangan dari pemerintah provinsi, . Dan ketua KAN, lahan yang akan di jadikan SMK ini, statusnya merupakan tanah nagari Allah akan dihibahkan kepada pemerintah provinsi,” terang ,” syafial Kani  lagi

Sedangkan ketua Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Azwar Siry menyebutkan, dari kunjungan ini dan melihat kondisi rill dilapangan, baik keinginan masyarakat maupun generasi-generasi yang akan bisa memanfaatkan sekolah. Secara rill itu memenuhi persyaratan untuk adanya sekolah berada didaerah sini, terkhusus SMK.

“Dari informasi yang kita dapat, bahkan masih banyak anak-anak dilingkungan ini yang tidak ber sekolah, tidak sekolah itu bukan karena dia tidak pintar, ataupun tidak memenuhi syarat, tapi karena jauhnya jarak sekolah dari tempat tinggalnya,” ungkapnya.

Azwar Siry menambahkan, tidak hanya masalah uang yang dipertimbangkan, juga masalah scurity (keamanan) bagi anak-anak itu sendiri, keselamatanya, apalagi itu bagi anak anak perempuan, mohon maaf, bagi masyarakat dikampung, melepaskan anak anak perempuan bukan mudah, banyak faktor yang aharus dipertimbangkan.

“Oleh karena itu, dengan adanya lokasi yang direncanakan untuk dibangun sekolah SMK, sebenarnya sudah merupakan langkah dari awal. Namun betul-betul dengan perjuangan yang maksimal, kekompak an kebersamaan yang kita perlukan, sebab, kalau ninik mamak yang kedepan, ndak ada orang yang bisa menghalangi untuk itu,” tegasnya.

Dan selaku Ketua Komisi IV, Azwar Siry mengatakan DPRD Kota Padang sangat mendukung rencana ini, dan berharap berdirinya SMK di Bungus ini betul betul bisa menjadi kenyataan.

“Bicara kewenagan ini SMK ini memang merupakan kewenangan dari provinsi, tapi bicara dari segi kebutuhan masyarakatnya, termasuk Kota Padang yang memperjuangkan itu, karena masyarakat, Pemko Padang bersama DPRD Padang, berkeinginan warganya mendapatkan pendidikan,” pungkas Politisi Demokrat ini.

Kesempatan itu, Ketua KAN Bungus Teluk Kabung Dasril Datuk Putih mengatakan, pihaknya sejak tahun 2004 berharap ada berdirinya sebuah sekolah di Bungus Teluk Kabung.

“Kami sangat berharap berdiri sebuah SMK dan lapangan sepak bola, karena kami tidak memiliki medan nan bapaneh. Lahan disiapkan 4,5 hektar kami akan siap menghibahkan,” pungkasnya.

Sementara warga setempat, salah sorang warga mengata kan merasa bersyukur atas kehadiran Anggota DPRD Kota Padang ini. Ia berharap berdirinya sekolah yang akan direncanakan pembangunannya dapat terlaksana.

“Apalagi anak-anak disini banyak yang putus sekolah karena jarak sekolah yang cukup jauh. Apalagi bagi anak perempuan, kadang kecelakaan sering menimpa mereka, karena harus berkendaraan pergi ke sekolah yang jaraknya memang sangat jauh,” ujarnya.( Wati)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama