--> Minuman Ringgan : Usaha Pop Ice Di Gor Kota Padang - Realita Kini

Oleh:
Muhammad Sauqi Maisa universitas andalas Falkultas ekonomi Prodi S1 Kewirausahaa

Realitakini.com- Padang  
Di suasana GOR Haji Agus Salim di Kota Padang bukan hanya sekadar pusat olahraga atau tempat berkumpulnya anak anak muda saat ini. Tetapi banyak juga pembisnis UMKM di GOR Haji agus Salim yang didirikan oleh Pak Karuddin dan Buk Lindawati. Di sela-sela riuhnya suara langkah kaki pelari, dentuman bola basket, dan tawa anak-anak yang bermain, ada usaha UMKM berdiri tegap di balik gerai minuman ringan yaitu minuman Pop Ice.Bukan hanya pop ice saja yang aneka minuma yang meraka ada tetapi mereka memiliki minuman yang lainnya, seperti es teh manis,milo,nutrisari,dan yang lainnya.

Mereka sudah menjalankan usaha tersebut sekitar 24 tahun.Alasan mereka menjalankan bisnis pop ice  tersebut untuk kebutuhan keluarga.Untuk mempersiapkan pengelolahan setiap harinya pak Udin dan ibuk Linda mengelolah dengan mandiri,seperti,mempersiapankan barang-barang atau peralatan dan menyediakan bahan-bahan minuman.Kondisi lingkungan di gor tersebut sudah cukup baik ujar pak udin dan mendukung aktivitas usahanya.
Menjalankan usaha pop ice ini tidak lah mudah,ada tantangannya tersendiri.Seperti apa yang di katakan pak udin tantangannya menjalankan usaha adalah tantangan cuaca,seperti saat hujan turun.Kondisi tersebut memaksa beliau untuk tidak bisa berjualan di karenakan hujan yang membuat  minim nya  cuaca adalah penentu utama nasib penjualannya hari itu.

 Ketika langit Padang mulai mendung dan tetesan air hujan mulai turun, aktivitas di GOR praktis ter- henti. Tanpa adanya pengunjung yang berolahraga atau sekadar berjalan-jalan, pendapatan harian pun menurun drastis secara otomatis.Hujan sering kali berarti hari itu beliau harus pulang lebih awal dengan pemasukan yang minim.Bukan hanya cuaca menjadi tantangannya namun pak udin harus menjalani sistem "bongkar-pasang" setiap harinya. Ia harus membawa dan mengangkut seluruh inventaris dagang annya meja, kursi, blender, termos es, hingga stok bahan baku dari rumah menuju lokasi GOR di sore hari,saat ingin tutup mereka membongkarnya kembali

Di tengah peluh, rasa lelah yang terkadang menghampiri, dan ketidakpastian cuaca, Pak Kamarudin tidak membiarkan impiannya padam. Beliau menggantungkan harapan setinggi langit untuk kemajuan usahanya. Stabilitas adalah kata kunci yang selalu ada dalam setiap doanya; sebuah kondisi di mana ia tidak lagi harus bergantung pada sistem bongkar-pasang yang menguras tenaga dan waktu.

"Harapan ke depannya, kalau bisa punya warung yang permanen," ungkap Pak Kamarudin dengan mata yang berbinar penuh keyakinan dan harapan.

Bagi beliau, impian akan sebuah tempat yang menetap bukan hanya soal kenyamanan fisik atau per lindungan dari terik matahari dan hujan. Sebuah gerai permanen adalah simbol keberhasilan, sebuah pencapaian dari kerja keras yang dirintis dengan penuh cinta, dedikasi, dan air mata di jantung Kota Padang. Ia memimpikan sebuah tempat di mana ia bisa menyajikan kesegaran dengan lebih layak dan berkesinambungan.

 
Top