Keputusan tersebut cukup mengejutkan karena sebelumnya ia disebut mendapat dukungan hingga 14 cabang olahraga (cabor). Blitar Sabtu (09/05/2026)
Mundurnya Trijanto menjadi perhatian kalangan olahraga di Blitar. Pasalnya, sosok yang juga menjabat Direktur Revolutionary Law Firm itu dinilai memiliki peluang kuat dalam kontestasi pemilihan Ketua KONI Kota Blitar.
Selain aktif di bidang hukum, Trijanto juga dikenal sebagai Ketua Umum Percasi Kota Blitar serta Ketua Umum Ratu Adil. Ia selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial, kepemudaan, hingga pembinaan organisasi olahraga di Blitar Raya.
Kepada wartawan, Trijanto mengungkapkan keputusan mundur diambil setelah mempertimbangkan padatnya aktivitas organisasi, agenda pergerakan nasional, dan tanggung jawab profesinya sebagai advokat
.
“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh cabang olahraga yang telah mem berikan dukungan dan kepercayaan kepada saya. Itu menjadi kehormatan besar bagi saya,” ujar Mohammad Trijanto, Sabtu (09/05/2026)
Menurutnya, sebelum pengambilan formulir pencalonan Ketua Umum KONI Kota Blitar, dirinya awal nya mendapat dukungan dari tujuh cabor. Namun seiring berjalannya proses, jumlah dukungan terus bertambah hingga mencapai 14 cabor.
Meski demikian, ia memilih mundur karena menilai posisi Ketua KONI membutuhkan fokus dan kon sentrasi penuh agar organisasi dapat berjalan maksimal.
“Saya mohon maaf kepada seluruh teman-teman cabor dan pihak yang telah mendukung saya. Setelah dipertimbangkan secara matang, saat ini saya memiliki banyak kesibukan organisasi dan pekerjaan profesi hukum yang cukup padat, sehingga saya merasa belum bisa memberikan fokus penuh apabila harus memimpin KONI Kota Blitar,” jelasnya.
Trijanto menegaskan keputusan tersebut bukan berarti dirinya meninggalkan dunia olahraga. Ia justru ingin memastikan KONI Kota Blitar dipimpin figur yang benar-benar siap secara waktu, tenaga, dan komitmen untuk membangun prestasi olahraga daerah.
Ia juga memberikan kebebasan kepada seluruh cabor pendukungnya untuk menentukan pilihan masing-masing dalam pemilihan Ketua KONI Kota Blitar mendatang.“Saya tidak mengarahkan dukungan kepada calon mana pun. Semua cabor tentu memiliki pertimbangan sendiri demi kemajuan olahraga Kota Blitar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Trijanto berharap proses pemilihan Ketua Umum KONI Kota Blitar periode 2026–2030 berjalan lancar, demokratis, dan tetap berpedoman pada AD/ART organisasi.Menurutnya, pemilihan Ketua KONI bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, melainkan momentum penting menentu kan arah pembinaan olahraga Kota Blitar ke depan, mulai dari penguatan organisasi cabor hingga pen ingkatan prestasi atlet di tingkat regional maupun nasional.
“Saya berharap proses pemilihan berjalan baik, penuh persaudaraan, dan mampu melahirkan pemimpin yang membawa kemajuan olahraga Kota Blitar,” tambahnya.Keputusan Trijanto mundur dari bursa Ketua KONI Kota Blitar memunculkan beragam respons dari sejumlah pengurus cabor.
Sebagian menghormati langkah tersebut sebagai bentuk kedewasaan berorganisasi, meski ada pula yang menyayangkan karenaj menilai Trijanto memiliki jaringan luas dan kemampuan komunikasi yang baik.
Meski batal maju dalam kontestasi, Trijanto memastikan dirinya tetap akan mendukung perkembangan olahraga dil Kota Blitar.
“Jabatan itu sementara, tetapi pengabdian harus tetap berjalan. Saya tetap mendukung kemajuan olahr aga Kota Blitar demi prestasi, persatuan, dan kebanggaan daerah,” pungkasnya.(*)
