Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi menjawab Rekomendasi DPRD Kota Pariaman mengenai Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Pariaman Tahun 2025 di Ruang Rapat Utama DPRD, Rabu (29/4/2026).
Rapat Paripurna LKPJ ini, dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim di- dampingi Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman, Riza Saputra dan Yogi Firman beserta anggota DPRD Kota Pariaman, Forkopimda, Asisten, Staf Ahli, Kepala Instansi Vertikal se-Kota Pariaman, Kepala Dinas/Badan/Kantor/Kabag dilingkungan Pemko Pariaman, Camat, Lurah dan Kepala Desa.
Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi menyampaikan atas nama Pemerintah Kota Pariaman mengucap kan terima kasih dan penghargaan kepada pimpinan dan para anggota dewan yang terhormat atas kerjasama dan dukungannya kepada eksekutif dalam pembangunan daerah Kota Pariaman yang kita cintai ini.
"Banyak rekomendasi yang disampaikan DPRD Kota Pariaman diantaranya Program Unggulan(Progul) Satu Rumah Satu Hafidz. Program ini berhubungan dengan peningkatan SDM dibidang keagamaan.Kita menginginkan anak-anak Kota Pariaman bisa membaca dan menjadi penghafal Al-Quran. Program ini sudah kita laksanakan dan telah dilakukan pendataan di sekolah-sekolah dan melihat anak-anak Kota Pariaman apakah sudah ada hafal 1 juz, 2 juz, 3 juz bahkan 5 juz. Tahun ini, insyaalah di bulan Desembar kita akan wisuda anak-anak tahfidz tersebut", ujarnya.
Mulyadi menyebutkan untuk Progul Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga, program ini sasarannya adalah perempuan rentan ekonominya. Atas dukungan dari DPRD Kota Pariaman, Progul ini sudah dirasakan masyarakat Kota Pariaman.
"Saat ini, lebih kurang 650 penerima manfaat sudah menerima bantuan peralatan untuk berusaha. Insya allah tahun ini kita akan menargetkan sebanyak 1.200 penerima manfaat, dengan adanya bantuan peralat an penerima manfaat bisa berusaha sehingga bisa meningkatkan perekonomian keluarganya", tuturnya.
"Sedangkan untuk irigasi anai II, Wali Kota Pariaman sudah meminta kepada pemerintah pusat untuk aliran irigasi anai II, sehingga irigasi anai II sudah berfungsi dan dialiri air sejak bulan Januari lalu dan petani sudah merasakan hasil panennya. Meskipun debit air yang mengaliri persawahan di Kecamatan Pariaman Selatan belum maksimal, kita mohon dukungan dari DPRD Kota Pariaman agar ini bisa optimal. Sedangkan Pengeloaan sampah kita berharap masyarakat ikut dalam memilah sampah mulai dari sampah rumah tangga", ulasnya.
Ia juga menambahkan untuk urusan pariwisata, Pemko Pariaman berharap masing-masing anggota dewan mempunyai satu iven.
"Iven ini kita jadikan penggerak ekonomi di Kota Pariaman seperti ivent Car free Night. Iven ini bisa menghidupkan ekonomi kecil, sepatu roda bisa menghadirkan 1.200 peserta dari seluruh Indonesia dan juga iven randai. Nantinya, kita akan ada iven kebudayaan, dan dibulan Juni kita juga akan melaksan akan iven Pariaman Berlari. Dengan kegiatan seperti inilah yang akan kita perbanyak dalam meningkat kan perekonomian masyarakat. Sedangkan peningkatan UPTD Air Bersih, Pemko Pariaman sudah menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) dan telah mengajukan kepada DPRD Kota untuk bisa diproses secepatnya dari UPTD menjadi Perumda. Kita berharap kedepan dengan adanya Perumda ini, masya rakat Kota Pariaman bisa terpenuhi kebutuhan airnya dari Perumda yang kita punya", sebutnya.
Ia berharap DPRD Kota Pariaman dapat memberikan masukan dan dukungan agar dapat menyempurna kan program-program prioritas untuk kesejahteraan masyarakat Kota Pariaman.
Sementara itu, Ketua Pansus LKPJ Kota Pariaman, Diki Samardi menyampaikan bahwa Pansus LKPJ Kota Pariaman, telah mempelajari dokumen LKPJ Walikota Pariaman Tahun Anggaran 2025 ditambah hasil rapat dengar pendapat dengan OPD, maka kami memiliki beberapa catatan penting sekaligus sebagai bahan pertimbangan bagi fraksi untuk dijadikan rekomendasi terhadap kinerja aparatur dan Pemerintah Kota Pariaman
"Untuk urusan wajib pelayanan dasar, Pansus LKPJ memberikan rekomendasi diantaranya dibidang pendidikan, Pemko Pariaman diminta untuk program satu rumah satu hafidz (penghafal Al-Quran) segera di realisasikan oleh dinas terkait. Untuk urusan wajib bukan layanan, Pemko Pariaman diminta melakukan penguatan pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis komunitas, berikan pelatihan ber kelanjutan (manajemen usaha, digital marketing, literasi keuangan). Mengoptimalkan pemanfaatan jaringan irigasi anai II yang berada di Kecamatan Pariaman Selatan yang menitik beratkan pada, masti kan ketersediaan air yang cukup, penambah pintu buangan air dan perbaikan jaringan tersier", ujarnya.
Ia menambahkan Pemko Pariaman perlu mengoptimalkan pengembangan destinasi wisata berbasis budaya dan potensi lokal, disertai peningkatan infrastruktur pendukung (akses jalan, kebersihan, fasi litas umum), serta promosi digital yang terintegrasi guna meningkatkan kunjungan wisatawan dan dampak ekonomi bagi masyarakat.
"Kita meminta juga Pemko Pariaman meningkatkan sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir dan edukasi pemilahan sampah rumah tangga. Selanjutnya, melakukan percepatan peningkatan UPTD air bersih menjadi Perumda yang berguna untuk meningkatkan PAD Kota Pariaman", terangnya.
Ia menyebutkan rekomendasi DPRD Kota Pariaman terhadap LKPJ Walikota Pariaman Tahun Anggar an 2025 adalah sebagai bentuk aktualisasi fungsi pengawasan, terhadap jalannya roda pemerintahan di Kota Pariaman dan diharapkan dapat direspon dan ditindaklanjuti guna perbaikan penyelenggaraan pemerintahan daerah kedepannya.
"DPRD berharap kepada Walikota bersama jajarannya dalam hal ini OPD terkait untuk membahas dan menindaklanjuti semua rekomendasi yang telah diberikan DPRD, sementara kami dari pihak DPRD akan tetap melakukan pengawasan terhadap hasil rekomendasi ini", tutupnya. (rika)