DPRD Kabupaten Blitar , Adakan Hering Bersama Dengan OLH Yayasan Karya Cipta Abisatya


Realitakini com -- Blitar.
Wakil ketua DPRD Kabupaten Blitar dan Komisi III mengelar Heaireng bersama Yayasan Karya Cipta Abisatya di Kantor DPRD , Rabu  ( 22/06/2022) .

Heaireng dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mujib SM , di hadiri Ketua Komisi III beberapa Anggota Komisi III , Wakil Bupati Rahmat Santoso ,dan OPD terkait .

Mujib  SM Wakil Ketua DPRD kabupaten Blitar mengatakan." hearing dengan YKCAS hari ini membahas keluh kesah mereka terhadap lingkungan di wilayah Blitar Selatan itu terjadi pembalakan liar dan perambahan hutan yang dampaknya nanti akan menimbulkan bahaya banjir dan terjadinya beberapa sumber mata air mati.

Menjawab tuntutan tersebut Mujib SM  menjelaskan."  memang ada aturan dari pemerintah pusat yang membolehkan pengelolaan terhadap kawasan hutan itu untuk perkebunan termasuk tebu.

Karena tebu merupakan salah satu bahan baku pembuat gula dan gula adalah termasuk ketahanan pangan kita, yang saat ini Indonesia masih kekurangan dalam mencukupi kebutuhan yang terkait dengan gula, makanya tidak boleh dihambat. 

" Semoga kendala ini bisa segera ditindak lanjuti bersama stake holder dan Perhutani dan Aparat Penegak Hukum (APH) serta support dari Pemerintah daerah terkait permasalahan ini. Dan berharap persoalan persoalan saat ini semoga segera teratasi," ungkap Mujib SM.

Menurut Teguh Jati Waluyo Kepala KPH Blitar ," Disini Kami memberikan masukan kepada Pemkab Blitar bahwa Pusat itu punya program yang bagus namanya P 81 ,dan agar disini bisa di jadikan rujukan .

"Karena di Blitar ini lemah dari sisi desain perencanaannya  dan banyak kegiatan di Blitar yang mungkin belum komprehensif kajiannya jangan sampai lahan perhutani yang di jadikan lahan tebu malah men datangkan banjir yang semakin besar seperti yang disampaikan oleh  Yayasan Karya Cipta Abi Satya ."jelas Teguh.

Wabup Blitar juga berharap, masalah kabupaten Blitar tidak hanya menjadi pe kerjaan rumah (PR) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar saja. Tetapi juga menjadi tanggungjawab kita semua untuk mencari solusinya. 

“Sehingga respon positif masyarakat sangat diperlukan. Keterbatasan APBD Kabupaten Blitar juga menjadi pokok permasalahan. Makanya, kita sering bolak-balik ke Jakarta untuk menyiapkan toples-toples yang nanti nya bisa menjawab persoalan kabupaten Blitar ke depan,” pungkasnya ( edy)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama