Empat Program Unggulan Pemkab Tanah Datar Disektor Pertanian


Realitakini.com Tanah Datar                              -Dalam peningkatan dibidang pertanian, pemerintah kabupaten Tanah Datar telah meluncurkan program-program unggulannya yang bertujuan untuk kesejahteraan dan peningkatan ekonomi petani.

Dan penyumbang PDRB terbesar di Tanah Datar pada tahun 2020 berasal dari pertanian  yang mencapai 29,81% didominasi oleh tanaman pan nogan dari pertanian tanaman padi.

Hal itu disampaikan oleh Plt Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar  Sri Mulyani, saat ditemui diruangannya, menyampaikan ada empat kegiatan dari program unggulan pemerintah kabupaten Tanah Datar berada di Dinas pertanian.

"Dari sepuluh program unggulan bupati dan wakil bupati Tanah Datar ada empat program yang ada di dinas pertanian yaitu program layanan bajak gratis, asuransi pertanian, pembangunan rehab jaringan irigasi dan meningkatkan quota pupuk subsidi," ujarnya.

Lebih lanjut Sri Mulyani menjelaskan untuk layanan bajak gratis sebelumnya sudah dilakukan launching pada tanggal 2 Februari tahun 2022 lalu dengan target 4.200 Hektar.

"Untuk asuransi pertanian ada dua yaitu Asuransi usaha tanaman padi atau AUTP dan Asuransi usaha ternak sapi kerbau atau AUTS  untuk AUTP target kita melalui dana APBD kita sebanyak 2.000 hektar sedangkan untuk AUTS target 2000 ekor," jelas Sri Mulyani.

Lebih lanjut Sri Mulyani menjelaskan Bu asuransi pertanian adalah program unggulan dalam perlindungan untuk tanaman padi dan ternak, untuk asuransi perlindungan tanaman padi dari bencana kekeringan, banjir dan serangan penyakit dengan pembayaran premi dari total 180 ribu per hektar permusim tanam biasa 80 %  ditanggung kementrian pertanian dan 20% ditanggung oleh petani.

"Karena ini program unggulan maka yang 80% x 180 ribu per hektar dibayar kementrian pertanian dan 20% dibayar Pemda jadi petani tidak membayar atau gratis jadi 20 %  dari 180 itu adalah 36.000 x 2000 hektar itulah jumlah premi yang dibayar pemda dan syaratnya petani harus tergabung di kelompok tani," tutur Sri Mulyani.

Sementara untuk AUTS menurut Sri Mulyani merupahkan perlindungan peternak dari kematian akibat penyakit, kematian kelahiran, kecelakaan atau juga kehilangan dan preminya setiap tahun per ekor 200 ribu biasanya 80% dibayarkan kementrian pertanian dan 20 % ditanggung oleh peternak karena program unggulan maka tahun 2022 pembayaran 80% dibayarkan Kementrian pertanian dan 20% jadi preminya 40.000 dibayarkan Pemda.

"Sampai dengan hari ini realisasi untuk layanan bajak gratis sudah mencapai 843 H atau sudah 20% , sementara itu realisasi AUTS untuk ternak sapi 555 ekor calon penerima AUTS dengan ditandai dengan pemasangan erpek atau tindik telinga pada sapi untuk AUTP data 2000 petani sudah cukup data untuk dimasukan ke Aplikasi," jelas Sri Mulyani

Untuk pembangunan jaringan irigasi dan rehabilitasi irigasi kita upayakan dari dana  APBD, APBD propinsi maupun dari APBN dan kegiatan tersebut sudah berlangsung berdasarkan proposal yang masuk dari petani sedangkan untuk pupuk subsidi upaya dilakukan dalam mengoptimalkan quota pupuk diberikan pusat adalah dengan melakukan penyusunan  e-RDKK kita optimalkan penyaluran pupuk dari gudang ke petani serta mengadahkan sosialisasi kepada petani.

"Harapannya kita AUTP dan AUTS selesai dalam triwulan 3 tidak menunggu akhir tahun insyaallah dengan dukungan semua pihak baik camat walinagari semua yang ikut terlibat," Pungkas Sri Mulyani. (M)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama