Realitakini.com-Padang
Virus Corona atau Covid-19 kini sudah mengepung di Kota Padang, Provinsi Sumbar. Dewan Perawakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang mengusulkan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Padang. Seperti, membatasi warga saat melayat ke tempat orang yang kemalangan, apalagi melayat pasien Corona. Yang biasanya saat ada kemalangan akan jadi sumber kerumunan masyarakat.
Zulhardi harapkan Pemko juga harus membatasi para masyarakat yang keluyuran. Walaupun kerumunan besar sudah tidak diperbolehkan lagi, tapi masih ada juga terlihat perkumpulan-kumpualan kecil di warung-warung, dan daerah pelosok,” kata Zulhardi , selasa (14/4/2020). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Padang, Senin (13/4/2020), tercatat ada 31 kasus positif Corona di daerah itu. Angka tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Jika dibanding dua hari sebelumnya Sabtu (11/4/2020) hanya ada 19 kasus positif.
Karena menurut Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Padang ini, jika masyarakat tidak mematuhi kebijakan tersebut. Apapun kebijakan yang diterbitkan oleh pemerintah maka penyebaran Covid-19 di Kota Padang tidak akan ada habisnya.Kendati demikian, Zulhardi mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi aturan pemerintah. Seperti, memakai masker, tidak keluar rumah jika tidak mendesak, lakukan isolasi di rumah masing-masing usakan selalu mencuci tanganujarnya.
Setiap saat bawa hand sanitizer, jadi ketika setelah menyentu sesuatu bisa diantisipasi dengan hand sanitizer. Jadi dituntut kesadaran masyarakat untuk memutus mata rantai Covid-19,” ujar ZulhardiZulhardi Z. Latief juga mengatakan, “Pemko Padang harus segera menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Sebab saat ini hampir seluruh masyarakat sudah mengurung diri di rumah. Dengan disalurkannya bantuan sehingga tidak ada lagi masyarakat yang keluyuran diluar rumah.
“Karena ada tersebar sebuah video yang bunyinya “di rumah pun kami akan mati tidak makan, diluar mati karena Corona, jadi biar kami diluar saja”. Jadi Pemko segeralah menyalurkan bantuan-bantuan itu supaya masyarakat lebih aman dan tenang di rumah,” kata Zulhardi.
Jika belum tersalurkan bantuan tersebut, Zulhardi berpendapat, masyarakat akan tetap mencari sesuap nasi di luar rumah. Lantas, untuk apa gunanya pemerintah setempat mengkampanyekan agar melakukan isolasi diri di rumah, sementara kebutuhan masyarakat tidak bisa dipenuhi pemerintah.
“Kalau tidak ada yangakan dimakan .masyarakat didalam rumah, bagaimana mereka terus isolasi diri di rumah. Mau tidak mau tentu masyarakat keluar juga untuk mencari makan,” ujar Zulhardi.((i*/w)
