--> Komisi V DPRD Sumbar : Penerima Bantuan Covid-19 Jangan Tergolong Orang PKH - Realita Kini

Realitakini.com – Sumbar 
Komisi V DPRD Sumatra Barat adakan rapat kerja ( Hearing) dengan Dinas Sosial Sumbar  dan Dinas Perhubungan Selasa (7/4) di ruangan  Banggar gedung baru DRPD sumbar. Rapat ini dipimpin Ketua Komisi V Muclis Yusuf Abit, pada kesempatan ini komisi V meminta pemerintah provinsi bekerja sama dengan kabupaten dan kota untuk membantu seluruh warga yang terkena dampak Covid – 19.

Karena sejak pandemi Covid-19  semua masyakat kehilangan mata pencaharian. Muclis Yusuf Abi menyampaikan pada Dinas Sosial Sumbar agar memberikan bantuan harus jelas, terukur, dan tepat sasaran kepada masyarakat yang memang berhak menerima bantuan. Jadi targetnya itu benar-benar masyarakat yang terkena dampak langsung,” Masyarakat yang akan diberi bantuan, menurutnya, bukan yang tergolong dalam program keluarga harapan (PKH), sebab mereka sudah memiliki bantuan tersendiri. “Memang kemungkinan ada dari mereka yang masuk, tapi belum tentu semuanya.

” Disamping itu H. Maigus Nasir mengatakan,” ada golongan masyarakat yang selama ini termasuk yang kurang mampu, namun akibat Covid-19 di Sumbar menjadi kesulitan mata pencarian mereka, Contohnya, tukang ojek, pedagang asongan, pedagan kecil, dan banyak yang lainnyasehingga perlu diberi bantuan ,”kata H. Maigus Nasir sabil menceritakan keadaan orang orang tersebut.“Jadi kita berharap jangan terpaku sama data PKH,tapi betul-betul kepada masyarakat yang terkena  dampak dari covid -19,” ujar Maigus Nasir. 

Dijelaskan juga Daswippra Dt. MJJ Alam untuk mencegah agar tidak ada masyarakat yang komplen karena tidak menerima bantuan. Pemprov juga diminta tidak kaku dengan data yang ada, sebab dampak corona melahirkan orang miskin baru yang sebelumnya tidak ada dalam pendataan. Sebelumnya Pemprov berencana memberikan bantuan kepada kepada 359.910 jiwa masyarakat yang terdampak Covid-19 di Sumbar. Angka itu didapat dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) kabupaten dan kota. Daswippra beharap data digunakan Dinas Sosial memang data yang akurat terhadap terdampak corona seperti sekarang, pemprov diminta berpatokan kepada laporan dari masing-masing wali nagari atau kelurahan. 

“Data itu tidak bisa berlaku, itu dipakai saat  keadaan negara seperti biasanya. Bisa jadi lebih dari itu angkanya, yang dipakai saat ini berdasarkan laporan wali nagari dan kelurahan,” katanya. Daswippetra mengatakan ,”dalam data itu bisa saja termasuk keluarga PKH padahal dia telah memiliki bantuan tersendiri. Sementara corona mengakibatkan adanya orang miskin baru yang tidak ada dalam data tersebut, sehingga bantuan bisa saja salah sasaran nantinya(w)

 
Top