--> Pemko Sawahlunto MoU Dengan Rektor UNP, Dirikan Kampus UNP di Kandih. - Realita Kini

Realitakini.com-Sawahlunto
Pengembangan dunia Pendidikan dan mendirikan Peguruan Tinggi di Kota Wisata Tambang menjadi salah satu target Pemko Sawahlunto dibawah pemerintahan Deri Asta,SH - H.Zohirin Sayuti,SE. Menyediakan lahan dan membangun gedung kampus di area Kandih menjadi langkah awal yang akan dilakukan Pemko, setelah sebelumnya MoU dengan Rektor UNP ditandatangani. 

Zohirin Sayuti Wakil Walikota Sawahlunto mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjajaki kerjasama dan  menandatangani kesepakatan dengan Rektor UNP untuk membuka program perkuliahan di Sawahlunto yakni  Program Studi Diluar Kampus Utama atau  PSDKU UNP
dengan Program Studi awal yakni  D3 Tambang dan D3 Alat Berat.

Dalam  kerjasama yang ditandatangani pada Kamis 2 Juli  lalu, disebutkan  Pemko Sawahlunto harus menghibahkan lahan seluas 5,1 hektar bersertifikat dan membangun gedung kampus, sementara UNP bertanggungjawab menanggung sepenuhnya operasional kampus.

Di tahun ajaran baru ini program perkuliahan PSDKU UNP baik D3 Tambang maupun D3 Alat Berat akan dimulai dengan lokasi  kampus sementara di Lokal SDN 7 Muaro Kalaban Kecamatan Silungkang. Proses Penerimaan Mahasiswa menjadi tanggung jawab UNP.

Bergerak cepat mewujudkan gedung kampus permanen untuk PSDU UNP ini, pada rabu 8/7/2020, Zohirin Sayuti meninjau langsung lahan di area Kandih yang direncanakan untuk lokasi pembangunan kampus. Dalam kunjungan lapangan tersebut, Zohirin  menginstruksikan kepada Dinas PU untuk segera melakukan pematangan lahan dan berkoordinasi dengan UNP guna merancang masterplan dengan sebaik-baiknya sesuai kebutuhan Universitas.

"Masterplan gedung  dan pematangan lahan harus selesai di tahun ini, sehingga di awal tahun 2021 proses pembangunan fisik harus sudah dimulai" ujar Zohirin menginstruksikan.

Zohirin menyebut PSDKU UNP ini adalah upaya membangun kembali roh pendidikan tinggi Sawahlunto yang sempat gagal karena  Akademi Komunitas dan Program D3 tambang yang sempat beroperasi sebelumnya ditarik Provinsi.

"Salah satu penyebab kegagalan tersebut adalah tidak terealisasinya janji pembangunan gedung kampus dalam 2 tahun berjalan" pungkas Zohirin.

Belajar dari pengalaman tersebut, kini pihaknya serius menindaklanjuti kerjasama membangun kampus Peguruan Tinggi yang akan memberi efek tidak hanya meningkatkan SDM, tapi juga  ekonomi warga Sawahlunto. (AN)
 
Top