“Masukan dari masyarakat akan ditindaklanjuti, namun yang paling urgen itu gedung sekolah sdn 26, mulai jendela, lantai sudah rusak semua, hal ini akan kita koordinasikan dengan pihak dinas terkait untuk segera di perbaiki” ujar Juni Arman.(20/03)
Ketua Komisi II ini juga menyampaikan bahwa ada beberapa masukan dari masyarakat seperti bangunan pendiidikan yang sudah tidak layak, infrastruktur jalan, penerangan dan air bersih.
“Pukarayat ini termasuk salah satu daerah terisolir, maka untuk memacunya harus dilakukan pemekaran serta menyiapkan profil desanya, sehingga perkembangan suatu daerah cepat berjalan,” imbuh Juni Arman menambahkan keterangannya.
Saat reses, Juni Arman juga menyampaikan terkait persoalan hunian tetap (huntap) yang sudah dibangun di wilayah itu tidak difasilitasi dengan air bersih serta penerangan dan target pemukiman yang berada di pesisir pantai dipindahkan ke lokasi yang lebih tinggi, sedangkan lokasi pantai akan di jadikan pusat kegiatan perikanan.
“kita upayakan lokasi pesisir pantai ini tempat pusat kegiatan perikanan dan juga program ini sudah tercatat dalam rencana pembangunan jangka menegah daerah (rpjmd),” tuturnya kemudian.
Juni Arman juga menjelaskan bahwa Pukarayat khususnya Sipora sebagai lumbungnya ikan, nantinya lokasi ini akan dijadikan seperti kampung nelayan, namun yang paling penting itu soal pendidikan, Infrastruktur jalan, Pemukiman warga dan penerangan.
Dalam Pokok Pemikiran (Pokir), Juni Arman mengusulkan keberadaan dermaga mini, guna memudahkan masyarakat, ketika speed boat di labuhkan tempatnya sudah ada tidak lagi ke bibir pantai.(JJ)
