"Ya, tingginya curah hujan mengakibatkan banjir merendam rumah warga, fasilitas umum seperti jalan, dan memutus sebuah jembatan. Selain itu, tanggul penahan banjir di daerah aliran sungai Batang Tapan sepanjang 200 meter juga jebol diterjang banjir, sehingga luapan arus sungai semakin deras mengarah ke permukiman warga dan sarana umum lainnya," ungkap Jamirus.
Ia menyebutkan, sebanyak 100 unit rumah warga di Nagari Binjai Tapan juga terendam banjir, sehingga sebagian warga terpaksa menyelamatkan diri ke lokasi yang aman. Menurutnya, hingga kini belum bisa ditaksir berapa jumlah kerugian materi akibat banjir tersebut, karena masih dalam tahap pendataan oleh pemerintah nagari setempat.
"Kami atas nama pemerintah nagari dan warga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan agar segera melakukan penanggulangan bencana banjir tersebut. Antara lain, membangun kembali jembatan yang putus, membangun tanggul penahan tebing sungai dan bantuan pada warga korban banjir," harapnya.
Sementara Pjs Bupati Pesisir Selatan, Mardi meminta perangkat daerah terkait seperti BPBD, Dinas PU dan Tata Ruang, Dinas PSDA dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak segera melakukan upaya penanganan banjir di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan dan Basa Ampek Balai Tapan.
"Betul, langkah penanganan bencana banjir di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan dan Basa Ampek Balai Tapan harus segera dilakukan oleh perangkat daerah terkait sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Kemudian kepada masyarakat diminta selalu waspada, karena tingginya curah hujan beberapa hari terakhir," katanya. (w/r)
