Kabupaten Semarang- Program TMMD adalah giat lintas sektoral TNI yang dilaksanakan dalam rangka membantu pemerintah daerah dalam pemerataan pembangunan bagi desa-desa terpencil dan terisolasi di wilayahnya.
TMMD juga digunakan sebagai sarana pendekat kecintaan TNI kepada rakyatnya dan juga sebagai sarana menumbuhkembangkan sifat gotong royong dan semangat persatuan dan kesatuan yang merupakan ciri khas bangsa Indonesia.
Inilah yang coba diterapkan oleh anggota Satgas TMMD Reguler ke-110 Tahun 2021 di Desa Ketapang Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang
“Kami sebagai Prajurit TNI dibekali dengan Jiwa Pancasila, Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI harus bisa memberi contoh bagi masyarakat bagaimana caranya menjaga persatuan dan kesatuan dalam perbedaan,” terang Kopda Hartanto, anggota Satgas TMMD dari Yonif 410/Alugori, di sela ngopi bersama warga, Sabtu (13/03/2021).
Ketulusan dan kesederhanaan serta sopan santun yang diperlihatkan oleh anggota Satgas selama bergaul dengan warga masyarakat bahkan menjadi satu penilaian yang mampu mencuri hati masyarakat. Nampak dalam setiap waktu masyarakat tak lagi ada kecanggungan bahkan rasa takut yang pada awalnya menggelayuti benak sebagian masyarakat seketika sirna.
Sementara itu, Muslimin (35), Rt 01 Rw ,05 warga Dusun Karang Asem juga menambahkan kalau dirinya sangat senang dengan kehadiran TNI di desanya dalam membantu warga desa. Ketulusan dan kesederhanaan serta sopan santun yg diperlihatkan oleh anggota satgas TNI selama ini sangat diapresiasi warga .
Oleh sebab itu warga tidak segan-segan dan tidak keberatan rumah-rumahnya dijadikan tempat istirahat tim Satgas TMMD. “Bahkan kami ikhlas tiap hari memberikan camilan-camilan khas desa seperti Ubi, Singkong, Gendar Pecel, Kacang rRebus, Kopi, Teh dan lain-lain bagi Satgas TNI,” terangnya.
Sertu Andik menimpali bahwa makanan-makanan yang disediakan warga Desa Karang Asem sangatlah enak. Seperti di kampung sendiri. Terlihat sekali suasana harmonis antara Satgas TNI dan warga sambil ditemani makanan atau cemilan khas desa, tidak mewah memang tapi sangat nikmat sekali," jelasnya.
“Bahkan kalau dipikir-pikir prajurit TNI baru beberapa hari tugas di sini namun rasanya seperti sudah bertahun-tahun keakrabannya,” tambah Ngasio (42) Ketua Rt 03 Rw 01 Dusun Karang Asem sambil menyantap gendar pecel plus kopi hitam pahit kesukaannya.
(Pendim 0714/Salatiga)
