Serahkan Bingkisan Dan Rastrada, Walikota Blitar Ingin Seluruh Warga Bergembira Saat Hari Raya

Realitakini com Blitar 
Lima hari menjelang hari raya Idul Fitri,Jum'at (7/5/2021),  Walikota Santoso menyerahkan bingkisan secara simbolis kepada abang becak dan juru parkir, bertempat di halaman kantor Walikota, yang kemudian dilanjutkan dengan penyaluran Beras Pra Sejahtera (Rastrada) di Kelurahan Kepanjenlor Kecamatan Kepanjen Kidul.

Santoso mengatakan, pemberian bingkisan dan penyaluran Rastrada secara berkala tersebut adalah sebagai bentuk perhatian sekaligus upaya Pemkot meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sesuai yang disampaikannya saat kampanye yakni APBD untuk rakyat.

"Kali ini, disamping diberikan 40 kilogram beras seperti sebelum sebelumnya, juga ada bingkisan hari raya. Ada gula, minyak dan roti agar disaat pandemi dan menjelang lebaran ini, masyarakat terbantu dan merasa gembira," ucap Santoso.

Sedangkan pemberian bingkisan hari raya untuk abang becak dan juru parkir yang jumlahnya 1.000 lebih tersebut juga dimaksudkan agar semuanya bisa menikmati lebaran dan merasa senang. Inilah katanya, bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat bawah.

"Saya berpesan kepada tukang becak sebagai salah satu ujung tombak di sektor wisata Kota Blitar, hendaknya memberikan layanan yang baik dan sopan khususnya bagi wisatawan, sehingga images/anggapan orang yang akan ke Blitar ini baik," ujar Walikota.

Hal yang sama disampaikan Kepala Kelurahan Kepanjenlor, Kusuma Wibawa (Bowo). Penyaluran Rastrada ditambah bingkisan itu tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi yang menerimanya. Meskipun demikian, ia mengakui masih ada keluhan warga yang tidak mendapatkan bantuan beras tersebut.

"Sebetulnya, kelurahan ingin semua warga itu dapat tapi dari Dinas Sosial (Dinsos) dibatasi kuota, harus sesuai data dari Badan Pusat Statistik dan Dinsos. Jadi yang mendata bukan RT, melainkan dari petugas statistik dan kader Dinsos. Kedua data tersebut kemudian dipadukan dan setelah itu turun ke kelurahan," katanya.

Dulu, kata Bowo, semua janda dapat namun sekarang tidak.Dari data yang baru ini, janda miskin dapat, warga miskin dapat tapi janda kaya (mampu) tidak dapat. 

"Data dari RT dianggap banyak kelemahan. Yang didata familinya RT, kawannya atau bahkan gendak an (pasangan gelap-red) RT," imbuhnya.Meski demikian, kata dia, data yang sekarang juga masih ada warga miskin yang terlewatkan. Untuk itu yang belum dapat akan dicek kembali, dimonitor dan dievaluasi. Apakah mereka betul-betul miskin ataukah memiskinkan diri. 

"Kalau benar-benar miskin kita usulkan ke Dinsos agar tahun depan bisa ditambah kuotanya. Tidak bisa sekarang atau tahun berjalan karena sudah diajukan sebelumnya," pungkasnya.

Seorang pekerja Freelance penerima Rastrada warga Jalan Sultan Agung bernama Maulana (54) merasa senang dan bersyukur menerima bantuan beras dari Pemkot empat bulan sekali itu. Ia merasa terbantu dimasa pandemi seperti sekarang."Situasi sulit seperti ini kita tidak bisa apa-apa, pekerjaan sepi. Alhamdulillah, Rastrada turun dan ditambah ada bingkisannya," katanya. (edy)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama