Ukir Sulam Benang Emas "Tikam Tindik" Dari Sungayang



Realitakini.com Tanah Datar                          -Di Museum Istano Basa Pagaruyung terdapat banyak peninggalan  peninggalan zaman kerajaan yang berbentuk benda replika seperti Ukir Sulam Benang Emas"Tikam Tindik" abad ke XVIII berasal dari Sungayang.

Sulaman adalah salah satu karya seni. Sulaman merupakan proses ide, pikiran dan hasil kerja dari tangan manusia dalam menciptakan seni kriya atau kerajinan tangan manusia.

Ada banyak motif sulaman ,Sulaman benang emas dari Sungayang memiliki ciri dan motif dari alam  tumbuhan, hewan dan sekitar daerah tersebut.

Pengerjaan sulaman dilakukan dengan tangan mulai dari pengerjaan motif sampai penyulaman dengan benang emas yang menjadikan permukaan kain menjadi indah.

Maksud dari filosofi itu adalah, belajar dari alam, tumbuh-tumbuhan dan hewan sebagai tempat inspirasi guru untuk menciptakan suatu karya seni salah satunya seni kriya.

Di Indonesia memiliki keragaman bentuk dan motif sulaman yang terinspirasi dari daerah dan alam tempat tinggal sehingga menciptakan suatu karya sulaman yang eksotis dan penuh keindahan.

Lebih jauhnya  ada tiga unsur pembentuk estetika sulaman indah benang emas--meminjam konsep estetika Djelantik adalah sebagai berikut. Pertama, wujud. Terdiri dari dua konsep yakni bentuknya yang khas dari Nagari Sungayang seperti pucuak rabuang, bungo tangah, bungo suduik.

sulaman benang Emas Tikam Tindik adalah bentuk ciri khasnya sulaman dari nagari Sungayang dengan palsafah pembuatan alam Takambang jadi guru, sebuah perenungan untuk terciptanya suatu sulaman indah yang berasaskan pada kecintaan pada pekerjaan.

Ada bermacam-macam Hasil dari ukir  sulaman benang emas tikam tindik tersebut seperti di Kopia, Selendang, Baju Kurung, kebaya dan kain Du Lamak 

Ukir sulaman benang Emas Tikam Tindik adalah bentuk ciri khasnya sulaman dari nagari Sungayang yang pembuatannya tetap berlanjut. dan replikanya masih terletak di Museum Istano Basa Pagaruyung. (M)

Penulis Mailis

Sumber 
-Museum Istano Pagaruyung
-Etnis.id

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama