Wawako Solok Hadiri Peringatan HUT Sumbar ke-76

Realitakini.com-Kota Solok
Wakil Walikota (Wawako) Solok Ramadhani Kirana Putra hadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (1/10/2021), dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sumbar ke-76. 

Pada kesempatan itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar juga memberikan piagam penghargaan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Solok yang berkomitmen dalam upaya pengembangan koperasi syariah. Penghargaan diterima langsung oleh Wawako Solok dari Wakil Ketua DPRD Sumbar Irsyad Syafar di Ruang  Sidang Utama DPRD Sumbar. 

Dalam acara peringatan HUT ke-76 Sumbar tersebut, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansyarullah mengajak semua pihak untuk menjadikannya sebagai momentum untuk menyatukan langkah, bersinergi, berkolaborasi untuk menghadapi semua permasalahan.

"Dengan momentum ini, semoga semangat kebersamaan itu bisa terealisasi untuk kebaikan Sumbar,” ujar nya.Dalam peringatan HUT Sumbar itu, Mahyeldi Ansyarullah juga menyebutkan bahwa Pemprovsengaja mengundang sejumlah tokoh nasional, dan budayawan untuk memberikan sumbang saran yang akan dijadi kan pertimbangan dalam pembangunan daerah kedepan.

Tokoh-tokoh itu diantaranya Prof. DR Syafii Ma’rif yang merupakan tokoh asal Sumbar, yang kiprahnya tidak saja di tingkat nasional tetapi juga internasional. Ia memberikan masukan tentang bagaimana filosofi ABS-SBK menghadapi tantangan zaman yang selalu berubah.

Prof. DR. Rokmin Dahuri, MS mantan Mentri Kelautan dan Perikanan serta Pakar Pertanian dan kelautan dari IPB yang memberikan pandangan dalam mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan Sumbar.
Kemudian Prof DR Helmi, MSc yang merupakan pertanian dari Unand yang memberikan pandangan untuk memaksimalkan potensi pertanian di daerah itu.

Yus Dt Parpatiah yang merupakan tokoh adat dan budayawan yang memberikan pandangan bagaimana adat bisa menghadapi tantangan zaman.Ketua DPRD Sumbar, Supardi mengatakan dalam usia yang ke-76, Sumbar masih banyak yang perlu dibenahi karena kemiskinan masih cukup tinggi 6,56 persen, tingkat pengangguran terbuka 6,88 persen dan indeks daya saing daerah berada pada urutan terbawah dengan score 0,0208."Butuh usaha bersama untuk mewujudkan Sumbar Madani yang Sejahtera," ujarnya. (Syafri)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama