Ketua DPRD Pessel, Ermizen: Bendung Kenakalan Remaja Melalui Gerakan Kembali Ke Surau

Realitakini.comPesisir Selatan 
Ketua DRDD Kabupaten Pesisir Selatan, Ermizen mengingatkan Pemerintah Pesisir Selatan agar menggalakkan kembali program ke Surau atau Masjid. Karena tingkat kenakalan remaja saat ini telah sangat merisaukan dan harus dijadikan peringatan bagi orang tua. 

"Kita ingin bagaimana kenakalan remaja di daerah ini bisa diatasi. Ini saya sampaikan karena beberapa waktu terakhir cukup banyak remaja atau anak-anak pelajar yang diamankan oleh petugas karena me lakukan perbuatan yang melanggar, seperti menghisap lem, keluyuran pada jam belajar, bahkan ada yang duduk berduaan berpacaran di tempat sepi tanpa rasa malu dan takut dosa,"ujarnya, prihatin.

Hal ini disentil Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Ermizen saat dimintai pendapatnya tentang langkah dan upaya antisifasi pemrintah terkait kenakalan remaja di kantornya Rabu, 2/3) siang. Pihaknya juga kuatir dan cemas akan masa depan remaja ini nantinya.

Buya Ernizen berharap kepada aparat  terkait untuk segera  mengambil langkah-langkah preventif  dan menertibkan tempat-tempat hiburan malam yang dapat merusak moral generasi penerus bangsa di daerah.

"Ini saya harapkan, sebab tempat hiburan malam yang mengundang perbuatan maksiat tersebut, akan menjadi bencana bagi daerah kita. Kampung kita ini akan hancur bila dibiarkan seperti itu. Kita melihat akhir-akhir ini banyak terjadi bencana alam. Longsor dimana-mana. Beberapa waktu lalu di daerah ini juga banyak terjadi bencana, bak banjir, tanah longsor, dan juga abrasi pantai," ujarnya.

Berdasarkan hal itu, sehingga dia berharap agar ke depan Pemkab Pessel agar menggerakan masyarakat agar kembali ke surau, serta juga menggiatkan subuh berjamaah serta berbagai program-program Islami lainnya.

Dia juga menjelaskan bahwa untuk mendukung visi dan misi Bupati Pessel di bidang pendidikan, pihanya secara kelembagaan juga akan mengalokasikan anggaran untuk program beasiswa."Tentunya bagi pelajar dan mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu atau miskin," tutupnya.( kmf/Rk)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama