Peringati Hari Warisan Dunia, Pemerintah Sawahlunto Gelar Diskusi Dan Kunjungi Museum


Realitakini.com Sawahlunto                               -Dalam rangka memperingati hari warisan Dunia yang jatuh pada 8 April, Dinas Kebudayaan Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawah Lunto menggelar diskusi, Senin (18/04/2022) di Museum Gedung Ransoem Kota Sawahlunto Sumatra Barat.

Giat dengan tema Media sahabat Museum Ngabuburit Heritage Hari Warisan Dunia Tahun 2022 Heritage and Climate di hadiri oleh Kadis Kebudayaan, peninggalan bersejarah, dan permuseuman Hilmed, S.PT, MM, Perwakilan BPCB Sumbar Sri Sugiarta, Kabid Peninggalan Bersejarah dan Pemuseuman Rahmad Gino, Kassubag Humas kota Sawahlunto Rahmad Citra Eng Gusti, dengan pesertanya Penggiat pariwisata, Awak media, Penulis literasi, Generasi milenial, dan kwarcab Pramuka.

Dalam kesempatan itu sebelum diskusi diadakan kunjungan ke komplek Stasiun dan Museum kereta api dilanjutkan menuju kawasan saringan Zilo yang merupahkan tempat penampungan batubara yang merupahkan 

Menurut Sudarsono  merupahkan guide museum mengatakan sebagai penerima sertifikat Warisan budaya Dunia dari UNESCO, Sawahluntoh memiliki banyak museum dan stasiun  yaitu Stasiun Muaro Kalaban dibangun Tahun 1892, dan Stasiun kota Sawahlunto selesai pembangunannya Tahun 1894.

"Pembangunan rel kereta api dimulai dari pulau aie Padang tahun 1887 sampai di Muaro Kalaban Tahun  tahun 1892 karena untuk ke kota Sawahlunto harus menembus terowongan maka pembangunan selesai dalam masa 2 tahun yaitu pada tahun 1894," ujarnya.

Tentang kawasan saringan Sudarsono menjelaskan pembangunan tempat seperti Zilo dan saringan adalah untuk menampung batubara dan sekaligus tempat penyaringan batubara.

"Ada empat tempat di lokasi ini pertama dibangun tahun 1893 fungsi untuk batubara karena meningkatnya hasil batubaranya di bangun lagi  tahun 1924, tahun 1970 dibangun saringan yang bertujuan untuk memisahkan batubara besar dan kecil dan karena peningkatan hasil tambang batubara pada tahun 1985 dibangun Silo," tuturnya.

Dalam kesempatan itu sebelumnya Kabid Peninggalan bersejarah dan permuseuman Rahmad Gino saat diwawancara di Kawasan Saringan menjelaskan ada 6 museum  yaitu Museum kereta Api, Museum Gudang Ransoem, Museum Lukis dan Etnografi kayu, Museum Lubang Tambang Mbah Soero, Museum Musik, Museum Tari.

"Hari ini bertepatan dengan hari warisan dunia yang jatuh pada hari ini 18 April 2022 untuk memeriahkan hari warisan dunia kita mengundang awak media, kendatangkan pelaku seni budaya, pelaku ekonomi kreatif, komunitas dan perwakilan Pramuka dengan pembukaan di Museum kereta Api dan dilanjutkan dengan keliling situs warisan dunia dan dilanjutkan  dengan diskusi di Gedung Pusat Kebudayaan," ujarnya.

Menurut Gino tujuan diadakan giat itu antara lain untuk mencoba mendekatkan museum dan media dengan temanya media  sahabat museum mendekat secara emosional media dengan museum.

"Dengan terus mengeksplorasi keliling museum Kita juga berharap kepada rekan media untuk tetap mengekspose kegiatan, potensi budaya dan potensi dunia di Sawahlunto," Kata Rahmad Gino Sigim.

Perwakilan dari BPCB Sumbar Tri Sugiarta sebelumnya juga menyampaikan kenapa disebut dengan warisan dunia karena menurutnya pada saat itu telah merubah dunia dan masih ada sampai sekarang.

Sementara itu Kadis Kebudayaan Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Hilmed, S.PT, MM menyampaikan terima kasih dengan adanya kritikan dan masukan dari peserta diskusi yang hadir pada giat Ngabuburit Hari Warisan Dunia.

"Secara umum sudah disampaikan Ada UU cagar budaya yang dilindungi oleh UU No.11 tahun 2010 bagaimana pemanfaatan bagaimana perlindungan dan bagaimana untuk melakukan aturan yang berlaku dengan melakukan perlindungan dan pelestarian tentu tujuannya  pariwisata disamping  dengan tujuan wisata minat khusus dalam melihat kekayaan alam dan cagar budaya," sampainya.

Lebih lanjut ia mengatakan pemanfaatannya memang belum optimal secara pisik pada tahun 2021 kemarin sudah 2 dilakukan pemugaran oleh BPCB makam Belanda dan santa Barbara  penjara orang rantai dan telah dibantu perencanaan oleh BPCB yaitu tinggal lagi bagaimana untuk  perencanaan pembangunan

"Rencana setelah lebaran ini kita bersama bapak walikota dengan BPCB sudah menyampaikan proposal kepada  kementrian kebudayaan dan Ristek  kita mencoba untuk tiga kementrian dan  kemarin masih dalam bulan puasa Bapenas datang ke Sawahluntoh juga dari kementrian pariwisata datang juga dari kementrian Perindustrian dan kita mencoba Meminta DAK Pisik bagaimana Sawahlunto yang sudah diakui dan ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO tetapi tidak ada gerakan pisik untuk merehab cagar budaya," sampai Hilmed.

Untuk itu dengan adanya pemberdayaan untuk pariwisata budaya diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat untuk itu dukungan dari pemerintah, awak media dan  masyarakat  sangat menentuhkan tetap terjaga dan lestari peninggalan bersejarah sebagai mana penerima Sertifikat Warisan budaya Dunia.  (M)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama