Asda-Pandu Pecah Kongsi, Madra Indriawan Sebut Gaduh Kabupaten Solok Diprediksi Berketerusan

Realitakini.com-Kabupaten Solok
Kabupaten  Solok -Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Solok dari Fraksi Gerindra, Madra Indriawan mengungkapkan bahwa gaduh dan bergejolaknya terus-menerus di Kabupaten Solok yang pernah dipimpin mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi ini, prediksi akan berketerusan menjelang berakhirnya masa jabatan Bupati Epyardi Asda di 2024.

“Bupati Solok ini merupakan hasil produk Pilkada kemarin, duet Epyardi Asda dengan Jon Pandu yang diusung koalisi PAN-Gerindra, atau tagline Asda-Pandu. Tak cukup 4 bulan kemesraan pasca menang, lalu pecah kongsi. Puncaknya kini terlihat spanduk OPD, camat hingga seluruh walinagari dimana-mana hanya memasang gambar Bupati Epyardi dengan istrinya Ketua TP PKK," ungkap Madra Indriawan.

Padahal, lanjutnya, seharusnya Bupati dengan Wakil Bupati Solok, karena sumber pembiayaannya dari APBD. "Manaruko Basamo, ketika menikmati berdua dengan istri," ujarnya saat dihubungi Realitaki. com melalui handphone pribadinya, Jumat (10/6/2022).

Dijelaskannya, bermula dari Ketua DPRD Dodi Hendra (masih) dari Gerindra yang di impeachment  lewat BK yang di endorse bupati. Sebagai Wabup Jon Pandu yang juga merupakan Ketua DPC  tidak ingin diseret untuk mentakling kursi ketua Dodi. 

“Nah, semenjak itu Wabup Jon Pandu ikut dimusuhi Mulai kewenangan, sejumlah pembatasan ter masuk  dengan OPD, dan mungkin di Indonesia Wakil Bupati Solok inilah yang satu-satunya, yang baru dinonjobkan oleh bupati,” terangnya.

Saling lapor melapor, imbuhnya, dan dilaporkan, mulai ke Polres Solok, sampai Polda Sumbar, hingga kini ke KPK sudah jamak masyarakat pada tahu, terbukti lewat jejak digital. Kapan damainya?, jikalau bupati tidak mampu bekerjasama dengan wakilnya, Ketua DPRD-nya, padahal notabene teman seper juangan Gerindra-PAN lewat ‘kawin silang’ yang menghasilkan buah Pilkada dimenangkan Asda-Pandu.

"Ini tidak, kami dari Gerindra partai pemenang Pemilu dengan 6 kursi di DPRD, sehingga Dodi Hendra dari Gerindra jadi Ketua DPRD. Jon Pandu Ketua DPC Gerindra jadi Wakil Bupati Solok, akan tetapi jangankan hasil kemenangan yang didapati, justru malah kami-kami di Gerindra yang dizhalimi," ungkapnya lagi. 

Disebutkan Madra Indriawan, pada saat Halal Bilhalal masyarakat Kabupaten Solok yang diselenggara kan oleh Perkumpulan Keluarga Kabupaten Solok (PKKS) di Hotel Balairung Jakarta, tanggal 5 Juni 2022, yang ternyata juga dihadiri oleh Bupati Solok Eyardi Asda beserta rombongan, yang dalam sambutannya menyatakan bahwa hubungan Pemkab Solok dengan DPRD Kabupaten Solok baik baik saja.

"Tidak ada masalah yang berarti, ternyata seluruh Program Pemkab berjalan. Walaupun berjalannya program ini, mungkin ada pihak yang terganggu," ucap Madra Indriawan seraya meniru kata Bupati Solok Epiyardi Asda.

Tetapi disisi lain, imbuhnya, ternyata Ketua DPRD Kabupaten Solok Dody Hendra melaporkan Bupati Solok Epiyardi Asda ke KPK, terkait kebijakannya yang diduga merugikan keuangan negara. (Syafri)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama